Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi Balik Sentil Pengkritik: Warga Kena Musibah, Kok Malah Sibuk Nyinyir?

Dedi Mulyadi Balik Sentil Pengkritik: Warga Kena Musibah, Kok Malah Sibuk Nyinyir? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons pihak-pihak yang mengkritik keputusannya pergi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Dedi meminta pihak yang kecewa dengan keberangkatannya tidak berlebihan dan mengingatkan bahwa perhatian seharusnya lebih diarahkan kepada warga yang sedang menghadapi musibah.

Pria yang akrab disapa KDM itu menyampaikan respons tersebut dengan gaya khasnya. Ia bahkan meminta masyarakat yang merasa marah karena dirinya memilih pergi ke NTT saat libur untuk bersabar.

“Bagi yang lagi patah hati, marah-marah karena saya pada saat libur pergi ke Nusa Tenggara Timur, mohon disabarkan,” kata Dedi.

Menurut Dedi, keberadaannya di NTT bukan untuk kepentingan pribadi. Ia datang untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa dan membawa bantuan kemanusiaan dari Jawa Barat.

Dedi kemudian mengingatkan bahwa ketika bencana menimpa masyarakat, hal yang lebih penting adalah memastikan korban mendapatkan pertolongan. Perdebatan mengenai siapa yang datang membantu dinilai tidak seharusnya menjadi perhatian utama.

“Karena pada saat ada saudara kita yang kena musibah, sebaiknya kita sibuk membantu yang terkena musibah, bukan sibuk mengomentari yang sedang membantu orang yang musibah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons Dedi terhadap kritik yang muncul setelah dirinya diketahui bertolak ke NTT. Ia memilih mengarahkan pembicaraan kepada alasan kemanusiaan di balik kunjungannya.

Dedi sebelumnya berangkat menuju NTT bersama Wali Kota Depok Supian Suri pada Jumat, 21 Agustus 2026. Keduanya datang membawa bantuan untuk masyarakat yang terdampak gempa di wilayah tersebut.

Bantuan yang dibawa dari Jawa Barat memiliki nilai mencapai Rp4,5 miliar. Dana tersebut dihimpun dari berbagai unsur di Jawa Barat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

Baca Juga: Viral Camat Ngaku Dipaksa Akui Dapat Banyak Bantuan untuk Korban Gempa: Saya Tersinggung, Marah...

Kontribusi bantuan tidak hanya berasal dari pemerintah daerah. Sejumlah lembaga, dunia usaha, hingga masyarakat Jawa Barat turut terlibat dalam penggalangan bantuan tersebut.

Bagi Dedi, keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian banyak pihak. Karena itu, ia meminta perhatian publik tidak berhenti pada perdebatan mengenai keputusannya pergi ke NTT.

Sikap Dedi tersebut menempatkan kunjungannya ke NTT sebagai bagian dari upaya kemanusiaan, bukan agenda pribadi. Ia pun menegaskan bahwa membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah jauh lebih penting daripada memperpanjang polemik mengenai keberangkatannya.

Dengan bantuan Rp4,5 miliar yang dihimpun dari Jawa Barat, Dedi berharap dukungan terhadap korban gempa di NTT dapat membantu meringankan beban mereka. Di sisi lain, ia meminta masyarakat mengedepankan kepedulian kepada korban ketika bencana terjadi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama