Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BI Sumut Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Dorong 1.000 UMKM Bersertifikat Halal

BI Sumut Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Dorong 1.000 UMKM Bersertifikat Halal Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Sumatera Utara -

Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan halal value chain yang melibatkan UMKM, industri halal, hingga sektor keuangan syariah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M Moessa, mengatakan ekonomi syariah memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya berkaitan dengan sektor perbankan atau keuangan. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah juga mencakup sektor riil yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ekonomi syariah bukan lagi sekadar sektor yang terbatas, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi riil dan memiliki potensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin penting, termasuk bagi Sumatera Utara,” ujar Ameriza saat menghadiri Sumut Halal Fest 2026, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, halal value chain yang terus dikembangkan mencakup makanan dan minuman halal, modest fashion, kosmetik, pariwisata ramah muslim, pertanian, industri kreatif, UMKM hingga ekonomi pesantren.

Menurut Ameriza, penguatan rantai nilai halal membutuhkan sinergi berbagai pihak agar pelaku usaha tidak hanya mampu memenuhi standar halal, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi, akses pembiayaan, pemasaran dan perluasan pasar.

Salah satu upaya yang dilakukan BI Sumut bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara adalah fasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM. Pada tahun ini, sebanyak 1.000 UMKM difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan ekosistem halal di Sumatera Utara.

Ameriza menilai peningkatan sertifikasi halal akan memberikan dampak lebih luas terhadap daya saing UMKM. Sertifikasi tidak hanya menjadi pemenuhan aspek kepatuhan, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang bagi produk lokal untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Sumut Halal Fest 2026 menjadi salah satu bentuk kolaborasi BI Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Kegiatan tersebut mencakup workshop sertifikasi halal UMKM, seminar ekonomi syariah, penyusunan program kerja ekonomi syariah serta kegiatan edukasi masyarakat.

Ke depan, BI Sumut akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, lembaga keuangan, akademisi, ulama dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong Sumatera Utara tidak hanya menjadi pasar produk halal, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok halal nasional dan global.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong agar jumlah UMKM yang mendapatkan insentif sertifikasi halal gratis ditingkatkan menjadi 5.000 UMKM per tahun mulai tahun depan. Hal tersebut dinilai penting mengingat jumlah UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal masih relatif kecil dibandingkan total pelaku UMKM di Sumut.

“Ada 1.000 sertifikasi halal yang diberikan kepada pelaku UMKM tahun ini. Dari 1,4 juta pelaku UMKM di Sumut, sekitar 100.000-an yang punya sertifikasi halal. Karena itu, saya minta ditambah minimal setahun 5.000 UMKM diberi insentif halal gratis mulai tahun depan,” kata Bobby.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: