Gerindra Puji Dasco Usai Pertaruhkan Jabatan Demi RUU Perampasan Aset: Sejalan dengan Prabowo
Kredit Foto: Istimewa
Komitmen Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad untuk menuntaskan RUU Perampasan Aset mendapat apresiasi dari Partai Gerindra. Bukan sekadar dinilai berani menyerap aspirasi massa, sikap Dasco yang siap mempertaruhkan jabatan disebut sebagai bukti bahwa posisi politik dipandang sebagai amanah.
"Kami dari Partai Gerindra tentu mengapresiasi, menghargai langkah pimpinan kami di DPR RI sekaligus pimpinan Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, sebagai bukti nyata komitmen, integritas, dan tanggung jawab seorang kader terbaik Gerindra yang memandang jabatan sebagai amanah," kata juru bicara (jubir) Partai Gerindra Bahtra Banong kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
Menurut Bahtra, kesediaan Dasco mempertaruhkan jabatan memperlihatkan kesungguhan dalam menjalankan tugas untuk kepentingan bangsa. Ia mengaitkan sikap tersebut dengan agenda pemberantasan korupsi, penegakan hukum, serta upaya menciptakan pemerintahan yang bersih.
Baca Juga: Puan Janji RUU Perampasan Aset Kelar 15 Desember, tapi Ada Hal yang Kurang di Surat Pernyataan
"Kesediaan mempertaruhkan jabatan bukan semata-mata soal posisi politik tetapi menunjukkan kesungguhan untuk menempatkan kepentingan bangsa, serta pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan kepastian hukum di atas kepentingan pribadi maupun golongan," ujarnya.
"Ini juga sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pemberantasan korupsi dan menghadirkan pemerintahan yang bersih serta berintegritas," lanjut Bahtra.
Gerindra, kata Bahtra, memahami desakan masyarakat agar RUU Perampasan Aset segera disahkan. Karena itu, komitmen Dasco dinilai bukan sekadar langkah untuk meredam tuntutan massa, melainkan bagian dari keseriusan mengawal pembahasan regulasi tersebut.
"Gerindra menghormati dan mendengar masukan masyarakat serta mendorong agar pembahasan RUU ini dilakukan secara sungguh-sungguh, terbuka, dan bertanggung jawab, sehingga menghasilkan regulasi yang kuat, efektif, dan tetap menjunjung prinsip negara hukum serta keadilan," ucapnya.
Bahtra menegaskan Gerindra tetap berfokus mengawal pemerintahan Prabowo dan memastikan berbagai program prioritas nasional dapat berjalan maksimal. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah harus berujung pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
"Bagi kami, politik bukan sekadar soal jabatan dan kekuasaan, tetapi tentang amanah dan kerja nyata. Karena itu, komitmen terhadap pemberantasan korupsi, penegakan hukum, sekaligus keberhasilan program prioritas pemerintah harus sama-sama diperjuangkan, dengan tujuan akhir menghadirkan negara yang semakin kuat, bersih, adil, dan kesejahteraan rakyat yang semakin nyata," ungkapnya.
Sebelumnya, pimpinan DPR menerima aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok bersama sejumlah rekannya di gedung parlemen. Dalam audiensi tersebut, DPR menyatakan komitmen untuk menyelesaikan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026.
Dasco bahkan menyatakan siap meninggalkan DPR apabila komitmen tersebut tidak terpenuhi hingga batas waktu yang disepakati.
"Kalau memang tidak selesai, ya kami mundur dari DPR ini, nggak apa-apa," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Ia juga menegaskan tidak memiliki kekhawatiran untuk memenuhi tuntutan yang disampaikan massa aksi.
"Kami tidak ada prasangka, tidak ada kekhawatiran untuk kemudian memenuhi tuntutan teman-teman sekalian," ujarnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri