Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Welfizon Yuza Bongkar Strategi Transjakarta: Dari Operator Bus Menuju Platform Mobilitas

Welfizon Yuza Bongkar Strategi Transjakarta: Dari Operator Bus Menuju Platform Mobilitas Kredit Foto: Transjakarta

Tantangan Berikutnya: Mengubah Keunggulan Menjadi Skala

Perjalanan transformasi Transjakarta menunjukkan bahwa tantangan perusahaan ke depan bukan lagi sekadar bagaimana membawa lebih banyak orang dari satu titik ke titik lain.

Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana mengubah pengalaman 22 tahun, basis pelanggan 1,5 juta perjalanan per hari, teknologi yang dibangun sendiri, serta ribuan tenaga kerja menjadi keunggulan yang dapat diperluas.

Di sinilah visi Welfizon mengenai Transjakarta sebagai urban mobility platform menemukan relevansinya.

Perusahaan memiliki tiga lapis peluang pertumbuhan. Pertama, memperbesar penggunaan transportasi publik di Jakarta. Kedua, meningkatkan kualitas dan efisiensi operasional melalui digitalisasi. Ketiga, membawa teknologi, pengalaman, dan kompetensi tersebut ke pasar di luar Jakarta.

Jika lapisan ketiga berhasil dikembangkan, maka Transjakarta tidak lagi hanya memiliki cerita pertumbuhan berbasis jumlah pelanggan. Perusahaan juga berpotensi memiliki cerita pertumbuhan berbasis intellectual property, technology platform, human capital, dan ekspansi geografis.

Pada akhirnya, bagi Welfizon, kepemimpinan dalam transformasi bukanlah tentang melakukan semuanya seorang diri. Ia kembali pada analogi yang digunakan sejak awal: sebuah vektor membutuhkan arah dan kekuatan.

"Clear direction-nya dan juga power atau kolaborasinya kuat," tuturnya.

Dari sebuah koridor dengan 40.000 pelanggan per hari menjadi ekosistem dengan 1,5 juta pelanggan, Transjakarta telah membuktikan satu fase pertumbuhan. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa pengalaman tersebut dapat dikonversi menjadi model bisnis dan platform mobilitas yang mampu tumbuh jauh melampaui Jakarta.

Saya sengaja mempertahankan angka dan pernyataan strategis dari wawancara sebagai klaim narasumber, tanpa menambahkan angka finansial seperti revenue, EBITDA, capex, atau valuasi yang memang belum muncul dalam transkrip. Ini membuat artikelnya tetap kuat secara bisnis tanpa mengarang data yang tidak disampaikan Welfizon.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Istihanah