Merembet ke Tiongkok, Trump Ancam Bank China yang Kerja Sama dengan Iran
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap bank-bank China yang tetap melakukan kerja sama dengan Iran. Ancaman tersebut disampaikan di tengah kebijakan Washington yang meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Trump menyampaikan pernyataan itu pada Kamis (27/8/2026) ketika ditanya mengenai alasan AS belum menjatuhkan sanksi terhadap entitas-entitas China yang masih menjalankan aktivitas bisnis dengan Iran.
Trump tidak menutup kemungkinan langkah tersebut dilakukan. Ia juga mengatakan tidak selalu harus mengumumkan setiap kebijakan atau tindakan yang diambil pemerintahannya.
Ancaman terhadap bank-bank China tersebut muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin meluncurkan Operation Economic Outcast, sebuah kampanye isolasi ekonomi yang menyasar Iran dan negara-negara yang dinilai mendukung Teheran.
Operasi tersebut diarahkan untuk memblokir berbagai sumber pendapatan potensial yang dapat digunakan Iran untuk membiayai aktivitasnya. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Washington memperbesar tekanan keuangan terhadap Teheran.
Langkah AS mendapat respons dari pemerintah Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu mengirimkan surat kepada pimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara anggotanya. Dalam surat tersebut, Araghchi mendesak negara-negara agar mengecam upaya pemaksaan ekonomi yang dilakukan Washington.
Peningkatan tekanan ekonomi AS berlangsung setelah konflik bersenjata dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari. Saat itu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan serupa.
Pada pertengahan Juni, Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak berlangsung lama karena kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Konflik hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan. Meski tidak sedang terjadi permusuhan aktif, Washington memilih melanjutkan tekanan melalui jalur ekonomi dan keuangan.
Baca Juga: Iran dan China Kompak Lawan Tekanan Ekonomi AS, Sebut Strategi Lama yang Didaur Ulang
Ancaman sanksi terhadap bank-bank China menjadi bagian dari strategi tersebut. AS berupaya mempersempit ruang ekonomi Iran dengan menekan pihak-pihak yang masih mempertahankan hubungan bisnis dengan Teheran.
Bagi Washington, pembatasan akses terhadap sumber pendapatan Iran diharapkan dapat meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Iran. Sementara bagi Teheran, kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk pemaksaan ekonomi yang perlu mendapat kecaman internasional.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: