CCXM Hadirkan Program Sertifikasi Customer Experience untuk Profesional Indonesia
Kredit Foto: Ist
Sebuah pertanyaan dari praktisi Customer Experience (CX) pada 2019 menjadi awal lahirnya CCXM (Certified Customer Experience Management), program sertifikasi CX yang digelar secara tatap muka di Indonesia.
Program tersebut digagas oleh Lismaryanti, MM, praktisi dan konsultan CX sekaligus Direktur The Bridge Academy. Saat itu, tren Customer Experience di Indonesia mulai berkembang, tetapi akses pembelajaran CX secara terstruktur dan tatap muka masih relatif terbatas.
“Pada saat itu, saya belum menemukan banyak organisasi di Indonesia yang secara khusus menyediakan pembelajaran mengenai Customer Experience. Kebanyakan program yang saya temukan berasal dari organisasi global, diselenggarakan di luar negeri, atau dilakukan secara online,” kata Lismaryanti dalam keterangannya.
Melihat kondisi tersebut, The Bridge Academy kemudian menyelenggarakan kelas CCXM perdana pada Desember 2019.
Program ini dirancang untuk memberikan pembelajaran CX yang lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan profesional di Indonesia. Selain membahas konsep dasar, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai perangkat dan pendekatan yang dapat diterapkan dalam aktivitas bisnis.
Salah satu materi yang menjadi bagian dari CCXM adalah Customer Journey Mapping. Melalui materi tersebut, peserta diajak melihat proses bisnis dari perspektif pelanggan, memetakan perjalanan pelanggan, mengidentifikasi pain points, hingga merumuskan solusi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
Sejak pertama kali digelar pada 2019, program CCXM telah diikuti profesional dari berbagai sektor industri, termasuk perbankan, telekomunikasi, transportasi, logistik, dan ritel.
Menurut Lismaryanti, keberagaman latar belakang peserta turut menjadi bagian dari proses pembelajaran karena setiap industri memiliki karakteristik customer journey dan tantangan yang berbeda.
“Itulah yang membuat perjalanan CCXM menarik. Setiap kelas membawa cerita, pengalaman, dan perspektif baru. Pembelajaran CX tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pertukaran pengalaman antarprofesional dari berbagai industri,” ujarnya.
Seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap pengelolaan pengalaman pelanggan, materi CCXM juga terus dikembangkan. Pembelajaran kini mencakup berbagai aspek, mulai dari memahami pelanggan secara menyeluruh, memetakan customer journey, mengidentifikasi persoalan, hingga menyusun strategi peningkatan pengalaman pelanggan.
The Bridge Academy menyebut CCXM sebagai bagian dari upaya memperluas akses pengembangan kompetensi bagi profesional CX di Indonesia.
Lismaryanti mengatakan pembelajaran tatap muka memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan praktisi dari berbagai industri dan memperoleh perspektif yang lebih beragam.
"Saya ingin para profesional di Indonesia memiliki akses untuk belajar Customer Experience secara langsung, berdiskusi dengan praktisi dari berbagai industri, mendapatkan perspektif yang lebih luas, dan membawa pembelajaran tersebut kembali ke organisasi mereka,” katanya.
Setelah lebih dari enam tahun berjalan, CCXM telah meluluskan ratusan profesional dari berbagai industri.
Lismaryanti mengatakan perjalanan program tersebut berawal dari kebutuhan sederhana untuk menghadirkan pembelajaran CX secara langsung di Indonesia.
"CCXM dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana pada 2019. Hari ini, saya melihat bagaimana pertanyaan itu berkembang menjadi sebuah perjalanan yang melibatkan semakin banyak profesional dan organisasi di Indonesia. Dan perjalanan itu masih terus berjalan,” tutupnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: