Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tepung Singkong Bakal Dipakai Padamkan Karhutla? Ini Kata Mentan Amran

Tepung Singkong Bakal Dipakai Padamkan Karhutla? Ini Kata Mentan Amran Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman belum dapat memastikan ketersediaan singkong jika teknologi berbahan tepung singkong nantinya digunakan untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut Amran, pemerintah sebaiknya menunggu hasil pengujian teknologi tersebut sebelum menghitung kebutuhan bahan bakunya.

"Oh, biarlah dulu BRIN uji coba. Baguslah kalau ada penemuan baru," kata Amran di Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).

Amran mengatakan pengujian perlu dilakukan untuk mengetahui efektivitas teknologi tersebut. Ia belum ingin berbicara mengenai kecukupan stok singkong sebelum teknologi itu terbukti dapat diterapkan dalam skala besar.

"Biarlah dulu diuji coba. Semakin tinggi teknologi kita semakin bagus, kan. Tapi biarlah diuji coba, kalau itu berhasil sangat bagus," ujarnya.

Meski demikian, Amran menilai kebutuhan bahan baku yang meningkat dapat menjadi dorongan bagi petani untuk meningkatkan produksi. Menurutnya, petani akan menyesuaikan produksi ketika permintaan komoditas meningkat dan memberikan keuntungan.

"Petani sederhana, kalau demand-nya tinggi menguntungkan, berproduksi. Petani Indonesia hebat-hebat," kata Amran.

Amran kemudian mencontohkan peningkatan kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) untuk program biodiesel. Ia mengatakan kekhawatiran mengenai penurunan produksi tidak terjadi ketika kebutuhan bahan baku biodiesel meningkat.

"Dulu sewaktu B40 menuju B50 dikatakan bahwa ekspor CPO kita turun. Yang terjadi naik kan? Karena demand-nya tinggi, harga naik, petani memupuk tepat waktu, menjaga, mengairi, hamanya dijaga. Itu petani makin bagus harganya, petani makin lama di lapangan dan produksinya tinggi," ujarnya.

Menurut Amran, kondisi serupa juga dapat terjadi pada komoditas lain. Ia mencontohkan produksi telur ayam yang sebelumnya dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan, tetapi kemudian meningkat hingga terjadi surplus.

Di sisi lain, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) masih menguji teknologi berbahan tepung singkong untuk membantu pemadaman karhutla. Pengujian dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan material tersebut dalam menangani kebakaran dengan cakupan yang lebih luas.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan teknologi tersebut secara teori memungkinkan digunakan untuk penanganan karhutla. Namun, teknologi itu masih membutuhkan pengujian lebih lanjut sebelum dapat diterapkan pada skala besar.

"Karena yang saat ini kita lihat baru skala kecil ya, sekarang bagaimana untuk skala besar. Untuk skala besar kemudian dari sisi campuran-campuran zat-zatnya maupun dari sisi bagaimana teknik untuk memadamkannya seperti apa. Kan tidak mungkin ditaburi pakai tangan, harus pakai alat-alat tertentu dan sekarang sedang dikaji," kata Arif.

BRIN bersama Polri juga menguji komposisi bahan dan metode penerapan material tersebut. Pengujian itu dilakukan setelah muncul inovasi penggunaan bahan berbasis tepung untuk membantu menangani karhutla.

Baca Juga: Temuan Babinsa di Lubuklinggau, BRIN Kaji Pati Singkong untuk Karhutla

Sebelumnya, Polda Kalimantan Selatan menguji cairan berbasis pati singkong yang dicampur amonium polifosfat, air, dan zat pembasah. Material tersebut digunakan untuk menghambat perambatan api di lahan gambut.

Presiden Prabowo Subianto juga telah meminta teknologi tersebut diuji dalam skala yang lebih besar. Pengujian diperlukan untuk mengetahui efektivitasnya sebelum teknologi tersebut digunakan untuk menangani karhutla secara lebih luas.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: