Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bisnis Terus Tumbuh, Warta Ekonomi Apreasiasi Strategi Marketing Sejumlah Perusahaan

Bisnis Terus Tumbuh, Warta Ekonomi Apreasiasi Strategi Marketing Sejumlah Perusahaan Kredit Foto: Warta Ekonomi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Warta Ekonomi kembali menggelar Indonesia Best CMO Awards 2026 dengan mengusung tema “Accelerating Business Growth through Intelligent Marketing and Digital Innovation”. Dalam ajang tersebut, sejumlah perusahaan dari berbagai sektor mendapatkan penghargaan atas kinerja dan kontribusi para pemimpin pemasarannya dalam mendorong pertumbuhan bisnis.

Penghargaan ini diberikan di tengah perubahan lanskap pemasaran yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan (AI). Peran Chief Marketing Officer (CMO) pun tidak lagi terbatas pada pembangunan merek dan kampanye, tetapi semakin terhubung dengan strategi pertumbuhan perusahaan.

CEO & Chief Editor Warta Ekonomi Muhamad Ihsan mengatakan, pemimpin pemasaran saat ini dituntut mampu menghubungkan strategi marketing dengan teknologi, data, inovasi, serta kebutuhan pelanggan untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Menurut Ihsan, perkembangan tersebut membuat posisi CMO semakin strategis karena harus mampu memastikan investasi perusahaan pada merek, kampanye, teknologi digital, data, dan AI memberikan dampak yang terukur terhadap bisnis.

“Tantangan bagi pemimpin pemasaran adalah bagaimana seluruh elemen tersebut dapat terhubung secara lebih kuat dengan penciptaan nilai dan pertumbuhan bisnis yang terukur,” ujar Ihsan dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026, Selasa (1/8/2026).

Riset Warta Ekonomi terhadap 114 perusahaan menunjukkan bahwa transformasi pemasaran telah berlangsung cukup luas di Indonesia. Sebanyak 94,74% perusahaan yang dinilai telah melakukan ekspansi maupun inovasi dan mendapatkan pengakuan eksternal atas kekuatan mereknya.

Sementara itu, sebanyak 96,49% perusahaan tercatat aktif menjalankan kampanye pemasaran dalam satu tahun terakhir. Dari sisi transformasi digital dan customer centricity, 86,84% perusahaan telah memanfaatkan teknologi digital, data, dan/atau AI untuk memperkuat pengalaman pelanggan.

Meski adopsi teknologi dan aktivitas pemasaran semakin tinggi, hasil riset Warta Ekonomi juga menemukan adanya tantangan dalam menghubungkan aktivitas marketing dengan pertumbuhan bisnis. Pada aspek Business Impact & Growth Performance, sebanyak 61,54% perusahaan yang memiliki data pertumbuhan pendapatan yang dapat diverifikasi tercatat tumbuh di atas median 7,4%. Namun, masih terdapat perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan.

Sementara dari sisi return on investment (ROI), sebanyak 61,11% perusahaan tercatat memiliki ROI di bawah 10%. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk meningkatkan efektivitas investasi pemasaran agar memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kinerja bisnis.

Ihsan mengatakan, tantangan tersebut juga terjadi secara global seiring meningkatnya tuntutan terhadap CMO untuk membuktikan dampak finansial dari investasi digital dan AI.

Dengan perkembangan tersebut, menurut dia, CMO tidak lagi hanya berperan sebagai pemimpin komunikasi perusahaan, tetapi juga menjadi penghubung antara konsumen, merek, data, teknologi, dan strategi pertumbuhan perusahaan.

Growth Tak Otomatis Lahir dari Besarnya Investasi Marketing

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani mengatakan, perkembangan teknologi dan semakin besarnya investasi pemasaran tidak otomatis membuat perusahaan lebih mudah menciptakan pertumbuhan. Menurutnya, persoalan utama yang perlu dijawab perusahaan adalah seberapa besar nilai tambahan yang dihasilkan dari setiap investasi yang dikeluarkan.

“Bukan hanya how much are we investing, but how much incremental growth every investment creates,” ujar Shinta.

Menurut Shinta, kondisi tersebut membuat kualitas pengambilan keputusan menjadi semakin penting bagi CMO. Keunggulan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kecepatan membaca sinyal pasar, menerjemahkan data menjadi insight, mengalokasikan sumber daya, serta menghubungkan aktivitas marketing dengan hasil bisnis yang terukur.

Ia menilai keputusan terkait segmentasi pelanggan, pemilihan kanal, alokasi media, pembangunan merek, hingga portofolio produk harus dipandang sebagai keputusan untuk mengalokasikan growth capital, bukan sekadar aktivitas pemasaran.

Shinta bahkan berkelakar bahwa CMO kini dapat dimaknai sebagai “Chief Mana Sih Omsetnya”, mengingat tuntutan terhadap pemimpin pemasaran semakin besar untuk menunjukkan kontribusi langsung terhadap pendapatan dan pertumbuhan perusahaan.

AI Bukan Strategi, tapi Pengungkit Pengambilan Keputusan

Shinta mengatakan perkembangan AI semakin memperkuat tuntutan tersebut. Namun, menurut dia, perusahaan tidak seharusnya menempatkan AI sebagai strategi utama.

“AI bukan strategi, decision advantage adalah strateginya. AI hanyalah enabler untuk meningkatkan speed of insight, precision of targeting, prediction capability, personalization, dan decision velocity,” kata Shinta.

Ia menjelaskan, AI seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan pengambilan keputusan, mulai dari memahami pasar dan pelanggan hingga menentukan alokasi sumber daya.

Shinta menyebut sekitar 70% perusahaan menempatkan AI sebagai prioritas penting, dengan rata-rata 15% anggaran marketing dialokasikan untuk teknologi tersebut. Namun, baru sekitar 30% organisasi yang dinilai benar-benar siap menggunakan AI secara optimal.

Selain itu, sekitar 70% proses dinilai belum cukup matang untuk diperluas dan 38% perusahaan masih menghadapi kesenjangan talenta serta keahlian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan adopsi AI bukan lagi sekadar akses terhadap teknologi, melainkan kemampuan mengoperasikan teknologi tersebut dalam proses pengambilan keputusan.

Lebih lanjut, Shinta menekankan bahwa kecanggihan teknologi dan insight yang dihasilkan AI tidak otomatis menciptakan nilai bagi perusahaan. Nilai baru tercipta ketika insight tersebut mampu menghasilkan relevansi bagi pelanggan dan mendorong customer preference.

Menurutnya, perusahaan perlu memperpendek jarak antara apa yang diketahui mengenai pelanggan dengan tindakan yang diberikan kepada pelanggan. Pemanfaatan data dan personalisasi yang efektif, kata Shinta, dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan dan menekan biaya layanan.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi pengalaman pelanggan di seluruh kanal. Menurut Shinta, pelanggan tidak melihat perusahaan melalui kanal yang terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan pengalaman. Karena itu, strategi omnichannel seharusnya tidak hanya berorientasi pada penambahan kanal, tetapi bagaimana seluruh interaksi tersebut menghasilkan pengalaman yang konsisten.

“Loyalty is built across journey,” ujarnya.

Shinta menilai pengalaman pelanggan memiliki konsekuensi langsung terhadap pendapatan dan retensi. Karena itu, customer preference harus diterjemahkan menjadi customer loyalty agar pada akhirnya dapat menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Marketing Budget Harus Dipandang sebagai Growth Capital

Menurut Shinta, tantangan berikutnya adalah memastikan customer value yang telah dibangun benar-benar diterjemahkan menjadi business value. Karena itu, perusahaan perlu memiliki kemampuan pengukuran yang lebih menyeluruh terhadap dampak investasi marketing.

Ia mengatakan, pengukuran tidak seharusnya hanya digunakan untuk mengevaluasi kampanye yang telah berjalan, tetapi menjadi dasar untuk menentukan keputusan investasi berikutnya. Anggaran marketing perlu dikelola melalui siklus investasi, pengukuran, pembelajaran, optimalisasi, dan realokasi.

“Anggaran pemasaran harus diberlakukan sebagai growth capital yang terus dioptimalkan,” kata Shinta.

Ia kemudian merangkum pertumbuhan berkelanjutan dalam tiga keunggulan yang menurutnya harus berjalan secara bersamaan, yakni Decision Advantage, Customer Preference, dan Capital Accountability.

Ketiga aspek tersebut, menurut Shinta, membentuk formula Sustainable Growth. Decision Advantage dibutuhkan untuk menghasilkan keputusan yang lebih cepat dan tepat, Customer Preference untuk memastikan perusahaan menciptakan relevansi bagi pelanggan, sementara Capital Accountability memastikan investasi yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan nilai bisnis.

“Growth is not a function of activity, growth is a function of advantage,” ujar Shinta.

Dengan demikian, menurut Shinta, mandat CMO telah bergeser dari sekadar mengelola aktivitas marketing menjadi membangun arsitektur pertumbuhan perusahaan.

Berikut perusahaan dan pemimpin pemasaran yang menerima penghargaan Indonesia Best CMO Awards 2026:

1. PT Petrokimia Gresik dengan kategori Chemical Industry meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Delivering Customer Centric Growth through Innovative Marketing Strategies yang diberikan kepada Bapak Adityo Wibowo selaku Finance and General Affairs Director.

2. PT Great Eastern General Insurance Indonesia dengan kategori General Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Optimizing Growth Opportunity through Distribution Channels Expansion yang diberikan kepada Ibu Linggawati Tok selaku Marketing Director.

3. PT Asuransi Kredit Indonesia dengan kategori General Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Encouraging Insurance Inclusion and Education through Strategic Partnerships yang diberikan kepada Bapak Budhi Novianto selaku Direktur Bisnis.

4. PT Asuransi Sahabat Artha Proteksi dengan kategori General Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Promoting Financial Inclusion through Strategic Insurance Marketing Initiatives yang diberikan kepada Ibu Sylvy Setiawan selaku Direktur Marketing.

5. PT Asuransi Jasaraharja Putera dengan kategori General Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Promoting Safety Culture and Protection through Strategic Collaborations yang diberikan kepada Bapak Henry Darmawan selaku Retail & Digital Business Group Head.

6. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) dengan kategori General Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Maintaining Business Performance through Reliable and Accessible Services.

7. PT Prudential Life Assurance dengan kategori Life Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Consistency to Create Positive Changes and Sustainable Impacts yang diberikan kepada Ibu Karin Zulkarnaen selaku Chief Customer and Marketing Officer.

8. PT Prudential Sharia Life Assurance dengan kategori Life Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Expanding Financial Protection through Innovative Sharia Insurance Products and Customer Engagement yang diberikan kepada Ibu Vivin Arbianti Gautama selaku Chief Customer Marketing Officer.

9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk dengan kategori Oil and Gas meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Driving Sustainable Market Expansion through National Gas Connectivity yang diberikan kepada Bapak Aldiansyah Idham selaku Direktur Komersial.

10. Wuling Motors dengan kategori Automotive meraih penghargaan Best Marketing Director 2026 in Strengthening Long-term Commitment through Strategic Marketing yang diberikan kepada Bapak Ricky Christian selaku Marketing Director.

11. Perum Perumnas dengan kategori Property & Real Estate meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Strategic Housing Market Expansion yang diterima oleh Bapak Rizwan Adi Pribadi selaku Kepala Divisi Pemasaran Ritel.

12. PT Perta Life Insurance dengan kategori Life Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Expanding Insurance Market Engagement through Collaborative Outreach yang diberikan kepada Bapak Martino Faishal Saudi selaku Direktur Pemasaran.

13. PT Asuransi Ciputra Indonesia dengan kategori Life Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Encouraging Insurance Services Transformation through Digital Governance Compliance yang diberikan kepada Ibu Listianawati Sugiyanto selaku Direktur.

14. PT Pertamina Gas (Pertagas) dengan kategori Oil & Gas meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Maintaining National Energy Supply through Services and Infrastructures Network Reliability yang diberikan kepada Ibu Ryrien Marisa selaku Direktur Komersial.

15. Bank Jakarta dengan kategori Regional Bank meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Building an Integrated and Inclusive Economic Ecosystem yang diberikan kepada Bapak Dipo Nugroho selaku Direktur Bisnis & Syariah.

16. PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan kategori Conventional Bank meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Enhancing Public Awareness through Interactive Financial Literacy Campaigns yang diberikan kepada Bapak Amir Widjaya selaku Head of Marketing, Brand & Customer Experience.

17. PT Mandiri Tunas Finance dengan kategori Multifinance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Significant Financing Disbursement Growth through Prudent Financing Principle yang diberikan kepada Bapak William Francis Indra selaku Sales & IT Director.

18. PT Ajinomoto Indonesia dengan kategori Consumer Goods meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Strengthening Consumer Trust through Product Integrity and Strategic Brand Communication yang diberikan kepada Bapak Hermawan Prajudi selaku Director.

19. PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dengan kategori Logistic & Courier meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Maintaining Market Share through Continuous Innovations and Community Engagement yang diterima oleh Bapak Gilang Anjar Rinaldy selaku Digital Media Section Head JNE.

20. PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia dengan kategori Life Insurance meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Expanding Insurance Market Reach through Bancassurance Marketing Innovation.

21. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan kategori Financial Service meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Strengthening Housing Loan Capacity through Inclusive Financing Scheme.

22. PT Kimia Farma dengan kategori Pharmaceutical meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Expanding Global Market Access to Strengthen Healthcare Diplomacy yang diberikan kepada Bapak Hanadi Setiarto selaku Direktur Komersial.

23. PT Phapros Tbk dengan kategori Pharmaceutical meraih penghargaan Best Chief Marketing Officer 2026 in Fostering Business Growth through Products Innovation yang diberikan kepada Bapak Maraja Jeson Siregar selaku Direktur Pemasaran.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman