Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjadi sorotan setelah video keberangkatan sejumlah anggotanya menuju Jawa Barat viral di media sosial. Dalam video tersebut, rombongan yang dikaitkan dengan koordinator AMPB Supriyono alias Mas Botok terlihat dijemput menggunakan mobil mewah berwarna putih.
Rombongan AMPB berangkat menuju Jawa Barat pada Selasa (1/9/2026) untuk memenuhi undangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pihak AMPB menyebut mereka dijemput oleh pihak Dedi untuk bertemu di Lembur Pakuan.
Pertemuan tersebut sebelumnya memang telah direncanakan setelah Dedi Mulyadi mengundang AMPB pada Jumat (28/8/2026). Undangan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap AMPB yang dinilai mampu menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi di Jakarta secara tertib dan damai.
Dedi mengatakan keputusan AMPB meninggalkan lokasi setelah aspirasinya diterima menjadi salah satu alasan dirinya memberikan apresiasi. Ia menilai langkah tersebut membuat AMPB tidak ikut terseret dengan kericuhan yang terjadi dalam rangkaian demonstrasi di Jakarta.
"Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas ketepatan keputusan yang diambil oleh Mas Botok dan seluruh teman-teman AMPB setelah aspirasinya diterima, kemudian menyampaikan kepada publik dan meninggalkan tempat sehingga terbebas dari fitnah orang-orang yang melakukan rusuh di Jakarta," ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).
Namun, AMPB tidak ingin pertemuan dengan Dedi kemudian ditarik ke ranah politik. Sebelum memenuhi undangan tersebut, mereka menyampaikan sejumlah batasan mengenai topik yang diharapkan tidak dibicarakan dalam pertemuan.
AMPB meminta agar pembahasan mengenai RI 1 maupun dukungan terhadap Dedi Mulyadi untuk menjadi presiden tidak masuk dalam agenda pertemuan. Mereka khawatir pembicaraan mengenai isu tersebut justru menjadi bahan spekulasi dan dipelintir di ruang publik.
Sikap tersebut menjadi perhatian karena Dedi Mulyadi merupakan salah satu tokoh yang kerap dikaitkan dengan dinamika politik nasional. AMPB sendiri berupaya memisahkan agenda pertemuan mereka dengan persoalan politik agar maksud kedatangan ke Jawa Barat tidak menimbulkan tafsir lain.
Pihak AMPB menegaskan pertemuan dengan Dedi Mulyadi dilakukan dalam konteks hubungan persaudaraan. Mereka tidak ingin kunjungan tersebut dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap agenda politik tertentu.
Di sisi lain, video rombongan AMPB yang dijemput menggunakan mobil mewah justru lebih dulu menarik perhatian masyarakat di media sosial. Kendati demikian, informasi mengenai kendaraan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pemberian fasilitas atau kepentingan politik tertentu dalam pertemuan tersebut.
Keberangkatan AMPB ke Jawa Barat merupakan tindak lanjut dari undangan Dedi Mulyadi setelah aksi mereka di Jakarta. Rombongan kemudian menuju Lembur Pakuan untuk bertemu langsung dengan gubernur Jawa Barat tersebut.
Baca Juga: Wacana Dedi Mulyadi-Ahok Terganjal 'Gunung Besar' di Indonesia
Pertemuan itu juga menjadi kesempatan bagi AMPB untuk menjelaskan sikap mereka setelah aksi demonstrasi. Mereka ingin hubungan dengan Dedi tetap ditempatkan sebagai komunikasi antarmasyarakat dan tokoh, bukan sebagai bagian dari agenda politik.
Sebelumnya, AMPB menjadi salah satu kelompok masyarakat Pati yang menyampaikan aspirasi melalui aksi di Jakarta. Setelah aspirasi mereka diterima, kelompok tersebut memilih meninggalkan lokasi demonstrasi secara tertib.
Dedi kemudian menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut. Menurutnya, sikap AMPB berbeda dengan pihak yang melakukan kerusuhan sehingga ia memilih mengundang kelompok tersebut untuk bertemu di Lembur Pakuan.
AMPB menyatakan bersedia memenuhi undangan tersebut dengan tetap menjaga batasan pembicaraan. Mereka ingin pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan tidak dikaitkan dengan isu pencalonan presiden maupun dukungan terhadap Dedi Mulyadi.
Viralnya video keberangkatan AMPB menggunakan mobil mewah menjadi bagian dari perhatian publik terhadap kunjungan tersebut. Sementara AMPB menegaskan bahwa tujuan mereka menemui Dedi Mulyadi adalah memenuhi undangan dan menjaga hubungan persaudaraan, bukan membicarakan atau memberikan dukungan politik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: