Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Feri Amsari: Anak-Anak Keracunan MBG, Bencana di NTT, Kalimantan Belum Tuntas, Kau Keluar Negeri? Oo!

Feri Amsari: Anak-Anak Keracunan MBG, Bencana di NTT, Kalimantan Belum Tuntas, Kau Keluar Negeri? Oo! Kredit Foto: Istf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas (Unand) Feri Amsari melontarkan kritik terhadap pemerintah terkait sejumlah persoalan dalam negeri.

Ia menyoroti kasus keracunan 556 santri di Sidoarjo usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan bencana, hingga tindakan aparat terhadap mahasiswa yang berunjuk rasa.

Feri menilai sejumlah persoalan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan, sementara pemerintah dinilai tetap menyampaikan klaim bahwa penanganan berbagai persoalan berjalan baik.

"Anak-anak keracunan karena MBG. Kau bilang bagus dan lanjutkan. Bencana di Aceh, NTT, dan Kalimantan belum tuntas. Kau bilang sudah maksimal dan baik," ujar Feri dalam pernyataan tertulisnya.

Feri juga mempertanyakan agenda pejabat pemerintah yang melakukan kunjungan ke luar negeri ketika sejumlah persoalan domestik masih menjadi perhatian.

"Lalu kau keluar negeri? Oo, itu tujuannya bilang bagus-bagus. Kalau nanti singgah ke Prancis, macam mana ini, Guys?" kata Sekretaris Kabinet Bayangan tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Feri sebagai kritik terhadap apa yang dia nilai sebagai ketidaksesuaian antara klaim keberhasilan pemerintah dengan kondisi sejumlah persoalan di dalam negeri.

Selain persoalan MBG dan bencana, Feri menyoroti penegakan hukum serta penanganan demonstrasi mahasiswa.

Ia mempertanyakan tindakan aparat terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa. Menurut Feri, mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan persoalan bangsa seharusnya tidak mendapatkan tindakan represif.

"Negara diam saja ketika preman beraksi, tapi sibuk mukulin mahasiswa yang aksi menyuarakan kecintaan kepada negeri," tegasnya.

Feri kemudian meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan tersebut. Ia menegaskan kritik terhadap pemerintah tidak berarti menolak negara, melainkan bagian dari kepedulian terhadap kondisi bangsa.

"Negara bertobatlah, kami juga sayang negara ini. Bukan yang pidato saja yang punya hak bilang cinta dan berkorban untuk negeri," pungkas Feri.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat