64% Rakyat Indonesia Miskin Versi World Bank, BPS Cuma 8%? Ini Penjelasan Ekonom
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Ekonom senior Ferry Latuhihin mengungkapkan bahwa berdasarkan data World Bank, sebanyak 64,2% penduduk Indonesia masuk kategori miskin.
Kategori miskin versi Bank Dunia adalah warga dengan pengeluaran US$ 8,3 per hari. Dengan standar ini, Indonesia disebut terancam menjadi negara termiskin di dunia dalam kelompok middle income country pada tahun 2027.
"Dan masalah kemiskinan ini ya menurut World Bank tahun depan ya Indonesia ini menjadi negara termiskin di dunia di dalam kelasnya sebagai middle income class ya," ujarnya dalam kanal YouTube FERRY LATUHIHIN, dikutip Jumat (4/9).
"Ini sangat mengerikan loh ya tentu ini ukuran World Bank yaitu ya pengeluaran ya manakala pengeluaran warga negara itu cuma 8,3 dolar per hari ya. Itu sudah digolongkan miskin. Dan ini jumlahnya sangat dahsyat 64,2% dari total penduduk kita di mata World Bank itu tergolong miskin," imbuhnya.
Ferry menyoroti perbedaan besar antara data Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut BPS, jumlah orang miskin di Indonesia hanya sekitar 8–9%, jauh lebih rendah dibanding klaim World Bank.
Ia menambahkan, kondisi sehari-hari menunjukkan banyak tenaga kerja masih berada di sektor informal. Dari total angkatan kerja, hanya 40% bekerja di sektor formal, sementara 60% berada di sektor informal seperti ojek online (ojol), pedagang kecil, atau warung makan. Hal ini membuat ekonomi sulit menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Catatan World Bank
Laporan Macro Poverty Outlook dari Bank Dunia memproyeksikan bahwa 64,2% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan internasional kelas menengah atas dengan batas pengeluaran US$ 8,30 per kapita per hari.
Namun, angka ini bukan berarti statistik resmi pemerintah. Standar US$ 8,30 tidak dikonversi dengan kurs pasar biasa, melainkan menggunakan metode Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli. Bank Dunia menetapkan standar tersebut karena Indonesia telah masuk kategori upper-middle income country.
Pihak Bank Dunia juga menegaskan bahwa data BPS lebih akurat untuk menggambarkan peta kemiskinan domestik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: