Keracunan di Mana-mana, tapi MBG Malah Terpilih Jadi Program Paling Bermanfaat
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai sorotan. Kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah membuat keamanan makanan dalam program tersebut terus dipertanyakan, tetapi di tengah polemik itu muncul temuan survei yang justru menunjukkan penilaian positif dari masyarakat.
Lembaga Survei Arus Survei Indonesia (ASI) mencatat MBG sebagai program prioritas pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bahkan, program tersebut juga menempati posisi teratas ketika responden ditanya mengenai program pemerintah yang dinilai paling tepat sasaran.
Temuan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga ASI, Ali Rifan, dalam hasil survei nasional bertajuk Evaluasi Kinerja dan Program Prioritas Pemerintah Prabowo-Gibran. Berdasarkan survei itu, MBG memperoleh angka 44,9 persen sebagai program prioritas yang paling dirasakan manfaatnya.
Baca Juga: Terungkap! Masyarakat Lebih Puas terhadap Kinerja Prabowo Dibandingkan Gibran
"Program prioritas yang paling dirasakan manfaatnya, berikut urutan 3 besarnya: Makan Bergizi Gratis (MBG) 44,9 persen Cek Kesehatan Gratis (CKG ) 18,0 persen; dan Sekolah Rakyat 6,7 persen," kata Ali.
Lembaga ASI kemudian menelisik lebih jauh mengenai faktor yang membuat MBG mendapatkan tingkat apresiasi tinggi dari publik. Salah satu temuan yang muncul adalah persepsi bahwa program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tak hanya dianggap memberikan manfaat, MBG juga tercatat sebagai program yang dinilai paling tepat sasaran. Dalam kategori ini, program andalan pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut kembali berada di posisi pertama dengan perolehan 40,8 persen.
Baca Juga: PSI: PDIP Fitnah Jokowi Punya Bunker, tapi Takut Sahkan RUU Perampasan Aset, Jangan-jangan...
"Sedangkan program prioritas yang paling tepat sasaran, berikut urutan 3 besarnya. Makan Bergizi Gratis/MBG 40,8 persen; Cek Kesehatan Gratis CKG 18,7 persen, dan Sekolah Rakyat 9,8 persen" ungkap Ali.
Survei nasional ASI tersebut dilakukan di 38 provinsi di Indonesia pada 23-29 Juli 2026. Pengumpulan data dilakukan secara tatap muka dengan melibatkan 1.200 responden.
Hasil survei ini pun menghadirkan gambaran yang cukup kontras. Di satu sisi, MBG masih menghadapi sorotan akibat kasus keracunan di sejumlah daerah. Namun di sisi lain, berdasarkan temuan ASI, program tersebut justru menjadi program prioritas yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: