Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Uang Primer Agustus 2026 Tumbuh 16,3% Menjadi Rp2.281,5 Triliun

Uang Primer Agustus 2026 Tumbuh 16,3% Menjadi Rp2.281,5 Triliun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau M0 adjusted tumbuh 16,3% secara tahunan (yoy) menjadi Rp2.281,5 triliun. Meski masih tumbuh tinggi, laju tersebut sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2026 yang mencapai 17,1% yoy.

Berdasarkan data BI, perkembangan M0 adjusted pada Agustus terutama dipengaruhi oleh peningkatan giro bank umum di BI adjusted serta pertumbuhan uang kartal yang diedarkan.

Giro bank umum di BI adjusted tercatat tumbuh 19,0% yoy, sedangkan uang kartal yang diedarkan meningkat 12,9% yoy.

Secara nominal, giro bank umum di BI adjusted pada Agustus 2026 mencapai sekitar Rp892,3 triliun, naik dari Rp875,2 triliun pada Juli. Sementara itu, uang kartal yang diedarkan mencapai sekitar Rp1.332,5 triliun, meningkat dari Rp1.314,3 triliun pada bulan sebelumnya.

Pertumbuhan M0 adjusted tersebut telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas yang tercermin dalam komponen pengendalian moneter adjusted.

Baca Juga: Maybank Indonesia Kembangkan Program Upcycling di Sekolah, Bidik Dampak Ekonomi

Baca Juga: BI Catat Uang Beredar Juli Capai Rp10.371 Triliun, Tumbuh 8,3%

Dalam tabel BI, pengendalian moneter adjusted pada Agustus 2026 tercatat sebesar Rp1.401,0 triliun, meningkat dibandingkan Juli yang sebesar Rp1.389,5 triliun.

BI menjelaskan, M0 adjusted merupakan uang primer yang telah disesuaikan dengan nominal giro bank berdasarkan ketentuan giro wajib minimum (GWM) dan dana pihak ketiga (DPK) pada masing-masing periode.

Maka dari itu, pertumbuhan M0 adjusted pada Agustus mencerminkan tetap kuatnya pertumbuhan komponen likuiditas perbankan dan uang kartal yang beredar, meski secara bulanan laju pertumbuhannya sedikit turun dibandingkan Juli.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra