Kredit Foto: BPMI
Gelombang penolakan dan aksi protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah menjadi sorotan politisi senior Fahri Hamzah. Ia menilai dinamika tersebut tidak terlepas dari keberanian Presiden Prabowo Subianto memutus rantai bisnis yang selama ini dinikmati para pemburu rente ekonomi.
Pandangan tersebut disampaikan Fahri dalam podcast di kanal YouTube Sinkos Indonesia bersama Faizal Assegaf yang tayang pada 28 Agustus 2026.
Fahri menilai langkah Prabowo menghentikan praktik ekspor dan impor komoditas utama serta bahan mentah secara ugal-ugalan telah berdampak pada kelompok yang selama ini memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.
"Inisiatif beliau untuk menutup penjualan sumber daya alam secara ugal-ugalan itu, itu kan mengakhiri zaman VOC... Para pemburu rente ini, rente ekonomi dari kegiatan ekspor dan impor ini tentu marah dan mahasiswa enggak lihat itu," ujar Fahri.
Menurut Fahri, praktik pemburuan rente melalui kran impor merupakan modus lama. Ia menilai praktik tersebut berdampak pada petani sekaligus menghambat kemandirian pangan nasional.
Baca Juga: Terorisme Hilang di Masa Prabowo, Ini Kata Fahri Hamzah
Ia kemudian mengaitkan kebijakan pemerintah saat ini dengan upaya menuju kedaulatan ekonomi sesuai amanat Undang-Undang Dasar. Karena itu, Fahri meminta dinamika politik dan aksi penolakan di lapangan dibaca secara lebih jernih.
Menurutnya, gangguan yang muncul dapat dipandang sebagai reaksi dari pihak-pihak yang kehilangan akses terhadap sumber daya negara.
"Yang terjadi dan banyak yang tidak sadar, dia mengafirmasi agenda orang lain padahal Presiden sedang menuju ekonomi konstitusi," pungkas Fahri.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: