Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Polri Kerahkan Kapal hingga Drone Termal Cari Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau

Polri Kerahkan Kapal hingga Drone Termal Cari Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau Kredit Foto: Divhumas Mabes Polri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperluas pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak setelah KM Arupadatu 1 dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda, Banten. Memasuki hari ketiga operasi SAR, lebih dari 280 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi keberadaan kapal.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polri mengerahkan 59 personel dalam operasi pencarian. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol. Eko Hartanto yang berada di tengah laut menggunakan KP Sanjaya-7017.

"Memasuki hari ketiga, Polri terus mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian setelah KM Arupadatu 1 hilang kontak. Sedikitnya 59 personel Polri dikerahkan dan kekuatan di lapangan dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto yang turut berada di tengah laut bersama anggota menggunakan KP Sanjaya-7017. Personel Polri juga memperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Pencarian pada Kamis pagi dilakukan dengan mengerahkan KP Sanjaya-7017 bersama KN SAR Tetuka menuju wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Pencarian dilakukan berdasarkan sektor dan koordinat dengan mempertimbangkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, cuaca, serta informasi terbaru di lapangan.

"Pencarian dilakukan secara sistematis berdasarkan sektor dan koordinat dengan mempertimbangkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, cuaca dan perkembangan informasi di lapangan," jelas Trunoyudo.

Operasi hari ketiga melibatkan lebih dari 280 personel gabungan yang terdiri atas Polri, Basarnas, TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, unsur kewilayahan, potensi SAR, nelayan, masyarakat, media, serta keluarga korban.

Petugas mengerahkan sejumlah sarana pencarian, mulai dari kapal SAR, kapal patroli, rigid inflatable boat (RIB), dukungan udara, drone termal, hingga sarana medis.

Operasi pencarian menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung. Wilayah operasi dilaporkan berawan tebal hingga berkabut dengan kecepatan angin sekitar 15 knot dan ketinggian gelombang mencapai 2,5-4 meter.

Pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau juga menjadi pertimbangan keselamatan bagi personel yang terlibat dalam operasi.

Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Puan Maharani Desak Pencarian Maksimal Lewat Bantuan TNI AL

Baca Juga: Nasib Lima Jurnalis di Anak Krakatau Belum Jelas, DPR: Harus Segera Ada Kepastian

Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Prabowo Langsung Perintahkan Pencarian

Selain pencarian, Polri melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum KM Arupadatu 1 hilang kontak. Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten pada Rabu malam telah meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk pemilik kapal, pekerja galangan kapal, serta pihak yang terkait dengan proses docking dan perbaikan kapal.

Polri mengimbau masyarakat dan nelayan yang memiliki informasi mengenai keberadaan kapal atau korban untuk segera melaporkannya kepada petugas. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pencarian secara mandiri tanpa koordinasi dengan tim SAR karena kondisi laut dan kawasan Gunung Anak Krakatau memiliki risiko keselamatan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri