- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Berpotensi Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Yield US Treasury
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Phintraco Sekuritas menilai kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil US Treasury menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut indeks-indeks utama di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Pergerakan tersebut turut dipengaruhi kekhawatiran terhadap dampak kenaikan harga minyak dan yield US Treasury terhadap perekonomian.
Harga minyak mentah ditutup melonjak lebih dari 6% pada Kamis (10/9/2026), didorong kekhawatiran perang yang berkepanjangan. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 11 basis poin menjadi 4,954%.
Tekanan terhadap pasar juga datang dari perkembangan inflasi Amerika Serikat. Indeks Producer Price Index (PPI) tercatat tumbuh 5,4% secara tahunan (YoY) pada Agustus 2026, naik dari 4,8% pada periode sebelumnya.
Di Eropa, European Central Bank (ECB) juga menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Kamis (10/9/2026), yang turut menjadi perhatian investor global.
Dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi masih memberikan sentimen positif. Penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 1,1% YoY pada Juli 2026.
Namun, Phintraco Sekuritas mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah mencapai Rp235,6 triliun atau sekitar 0,91% dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Juli 2026.
Baca Juga: IHSG Ambruk 1,33% ke 6.589, 516 Saham Berguguran
Baca Juga: BEI Setop Perdagangan Saham LCKM di Seluruh Pasar, Ada Apa?
Baca Juga: Susul RATU, RAJA Siap Bawa Anak Usaha Lain IPO di 2027
Di tengah berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level moving average 20 hari (MA20) di sekitar 6.525. Jika level tersebut ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di kisaran 6.400–6.460.
Sementara itu, harga emas spot ditutup melemah 0,9% ke level US$4.359 per troy ounce pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: