Penerbitan Surat Berharga Multifinance Anjlok 12,71%, Jadi Rp62,19 Triliun
Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penerbitan surat berharga oleh perusahaan multifinance turun 12,71 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp62,19 triliun pada Juli 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan peluang penerbitan surat berharga oleh perusahaan pembiayaan hingga akhir 2026 masih terbuka.
Menurutnya, aktivitas penerbitan akan dipengaruhi perkembangan pasar keuangan dan kebutuhan pendanaan industri multifinance.
“Penerbitan surat berharga oleh multifinance pada Juli 2026 terkontraksi 12,71% yoy menjadi Rp62,19 triliun,” kata Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Selasa (15/9/2026).
“Peluang penerbitan surat berharga hingga akhir 2026 masih terbuka, seiring dengan perkembangan kondisi pasar keuangan dan kebutuhan pendanaan industri multifinance,” lanjutnya.
Baca Juga: Kemampuan Bayar Masyarakat Makin Rendah, NPF 42 Multifinance Berada di Atas 5%
Baca Juga: Bisnis Alat Berat Tertekan, Pembiayaan Multifinance Kontraksi 0,22%
Penerbitan surat berharga menjadi salah satu strategi perusahaan multifinance untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan sekaligus memperkuat likuiditas.
Dengan demikian, perkembangan pasar keuangan dan kebutuhan pendanaan masing-masing perusahaan akan menjadi faktor yang memengaruhi aktivitas penerbitan surat berharga pada sisa 2026.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: