Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sebelum Kena Reshuffle, Begini Rencana Purbaya untuk Kelas Menengah

Sebelum Kena Reshuffle, Begini Rencana Purbaya untuk Kelas Menengah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Purbaya Yudhi Sadewa menilai solusi mendasar untuk mengatasi tekanan ekonomi yang dirasakan kelas menengah bukan melalui penyaluran bantuan sosial (bansos), melainkan dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja formal.

Purbaya menyampaikan pandangan tersebut dalam siniar (podcast) Periskop ID yang tayang 14 September 2026 sebelum dicopot dari posisinya sebagai Menteri Keuangan.

Menurut Purbaya, tekanan yang dirasakan kelas menengah berkaitan dengan terbatasnya penciptaan lapangan kerja dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi COVID-19. Pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah 6,5 persen hingga 6,7 persen dinilai belum cukup untuk menyerap angkatan kerja secara optimal ke sektor formal.

Kondisi tersebut membuat sebagian tenaga kerja masuk ke sektor informal. Di sisi lain, pelaku usaha dari kelompok kelas menengah juga menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan bisnisnya.

Karena itu, pemerintah menurut Purbaya perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat sekaligus memperluas lapangan kerja formal. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah manufaktur karena dinilai memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Strategi tersebut juga dikaitkan dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang menjadi bagian dari visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menilai ketergantungan yang tinggi terhadap pekerjaan informal bukan struktur yang ideal untuk menopang perekonomian dalam jangka panjang. Penguatan sektor industri dan sektor lain yang mampu menciptakan pekerjaan formal menjadi bagian dari upaya mengubah struktur tersebut.

Terkait pertanyaan mengenai minimnya stimulus yang secara khusus diberikan kepada kelas menengah, Purbaya menjelaskan bahwa bansos memang ditujukan kepada masyarakat yang berada dalam kondisi paling rentan.

Meski tidak memperoleh bansos secara langsung, menurut Purbaya, kelas menengah tetap menjadi bagian dari masyarakat yang menikmati sejumlah dukungan pemerintah melalui subsidi energi, termasuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.

Baca Juga: Purbaya Ingin Dikenang sebagai 'Ekonom Jagoan'

Purbaya kemudian memperkirakan kelas menengah akan menjadi salah satu kelompok yang merasakan dampak ketika pertumbuhan ekonomi meningkat. Pertumbuhan yang lebih cepat dinilai dapat mendorong ekspansi usaha sekaligus membuka lebih banyak pekerjaan dengan tingkat pendapatan yang lebih baik.

Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi akan lebih terasa bagi kelas menengah pada 2027.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: