- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
CORE Ungkap Ironi Nikel Morowali: Ekonomi Meledak, Kesejahteraan Warga Cuma Naik 2%
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Executive Director Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, mengungkapkan investasi pada sektor penambangan dan pengolahan nikel telah mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan di wilayah penghasil nikel.
Meski demikian, tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut belum serta-merta memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Berdasarkan data BPS yang diolah CORE, Sulawesi Tengah mencatat pertumbuhan PDRB sebesar 8,66% pada 2024.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Sulawesi, bahkan hampir tiga kali lipat dibandingkan Gorontalo yang mencatat pertumbuhan sebesar 2,89% pada tahun yang sama.
"Jadi kita bisa lihat bahwa di Sulawesi Tengah itu tinggi sekali meninggalkan provinsi-provinsi yang lain (PDRB)," ungkap Faisal dalam MediaMIND di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga terlihat di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara yang menjadi tujuan investasi hilirisasi nikel.
Kebijakan hilirisasi nikel telah mengubah struktur ekonomi kedua daerah tersebut.
Dari sebelumnya bertumpu pada sektor agraris, maritim, dan pertambangan, struktur ekonomi Morowali dan Morowali Utara kini semakin bergeser ke sektor industri manufaktur.
Namun, tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Faisal mengatakan, PDRB merupakan indikator yang menggambarkan aktivitas ekonomi secara agregat. Karena itu, tingginya PDRB tidak otomatis menunjukkan peningkatan pendapatan atau daya beli masyarakat secara proporsional.
"Tapi kalau melihat seberapa besar kenaikan atas pendapatan masyarakat per kapita itu segini saja," jabarnya.
"Kita bisa melihat, Morowali hanya 2% dan Morowali Utara itu juga hampir 2%," tutupnya.
Data CORE menunjukkan, PDRB per kapita Morowali memang melonjak dengan pertumbuhan tahunan majemuk atau CAGR sebesar 23,2% sepanjang 2014-2024. Namun, pengeluaran per kapita masyarakat hanya tumbuh sekitar 2% pada periode yang sama.
Baca Juga: Proyek Nikel Vale Tak Terintegrasi dengan IBC, Manajemen Beri Penjelasan
Baca Juga: ITMG Mulai Garap Nikel, Intip Peluang Mineral Strategis Lain
Kondisi serupa terjadi di Morowali Utara. PDRB per kapita tumbuh dengan CAGR mencapai 21,8% sepanjang 2014-2024, tetapi pengeluaran per kapita hanya meningkat dengan CAGR sekitar 1,9%.
CORE memandang kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: