Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bank Dunia : Ekonomi Filipina Melesat, RI Stagnan

        Bank Dunia : Ekonomi  Filipina Melesat, RI Stagnan Kredit Foto: Boyke P. Siregar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        World Bank (Bank Dunia) memperkirakan perekonomian Indonesia akan berada di belakang Vietnam dan Filipina sepanjang tahun ini dan tahun depan. Pertumbuhan ekonomi kedua negara itu diyakini akan melebih 6%.

        Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty mengatakan di antara perekonomian Asia Tenggara yang besar, prospek pertumbuhan di Filipina dan Vietnam paling kuat.

        ?Diantara negara-negara berkembang, prospek sangat kuat ada di Filipina dengan pertumbuhan diharapkan melaju 6,4% tahun ini sebelum melambat sedikit menjadi 6,2 % pada tahun 2017,?Kata Sudhir kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (5/10).

        Ia mengatakan pada kuartal I 2016, ekonomi Filipina tumbuh 6,9 % lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 5,5% ? Ini adalah yang tercepat antara negara besar di Asia Timur,? tambahnya.

        Ia menilai beberapa kebijakan ekonomi yang dilakukan seperti reformasi pajak, belanja publik dan ?investasi menjadi ?sumber pendukung pertumbuhan di kuartal I.? ?Pertumbuhan pada semester kedua 2016 diproyeksikan akan didorong oleh ?konsumsi domestik yang tinggi,? Ujarnya.

        Sementara itu, pertumbuhan di Indonesia di perkirakan mencapai 5,1% tahun ini dan 5,5% pada 2018. Akan tetapi capaian itu katanya, tergantung pada keberhasilan perbaikan iklim investasi, implementasi program investasi publik ?serta kenaikan penerimaan.

        ?Beberapa negara perekonomian kecil, seperti, Laos, Mongolia dan Papua Nugini, menurutnya, akan tetap terpengaruh oleh rendahnya harga komoditas dan melemahnya permintaan dari luar negeri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Boyke P. Siregar
        Editor: Boyke P. Siregar

        Bagikan Artikel: