Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Taiwan Keluhkan dan Desak Patroli Udara China Segera Dihentikan

        Taiwan Keluhkan dan Desak Patroli Udara China Segera Dihentikan Kredit Foto: Swissinfo.ch
        Warta Ekonomi, Taipei -

        Angkatan Udara Taiwan kembali bergerak untuk memperingatkan jet China yang mendekat. Kondisi itu terjadi ketika Taipei berusaha fokus untuk melawan penyebaran virus corona atau Covid-19.

        Taiwan telah berulang kali mengeluh bahwa China telah meningkatkan latihannya di dekat pulau. China mengatakan, latihan semacam itu untuk melindungi kedaulatannya dan mengirim peringatan bahwa mereka tidak akan mentolerir langkah menuju kemerdekaan formal bagi Taiwan.

        Baca Juga: Berita Palsu dan Jet Tempur Menjadi Senjata China untuk Tekan Taiwan

        Dalam aksi terakhir, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pesawat tempur J-11 China dan KJ-500 mengudara dengan pesawat peringatan dini, Senin (16//20203) malam.

        Pengawasan terbang ke arah perairan barat daya Taiwan untuk latihan malam hari. Selama periode ini, pesawat China mendekati Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan.

        "Setelah pengintaian udara dan pesawat patroli kami merespons dengan tepat, dan menyiarkan (perintah) untuk mengusir mereka, pesawat Komunis terbang menjauh dari Zona Identifikasi Pertahanan Udara kami," ujar Kementerian Pertahanan Taiwan.

        Militer Taiwan terus mengawasi Selat Taiwan dan sekitarnya untuk memastikan keamanan pulau itu. Dengan patroli yang dilakukan, Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan agar warganya tidak perlu khawatir.

        China sebelumnya telah menerbangkan pesawat yang disebut sebagai latihan pengepungan pulau. Aksi itu dilakukan sejak 2016 ketika Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pertama kali menjabat.

        Beijing meyakini Tsai, yang kembali memenangkan pemilihan ulang pada Januari, adalah pendukung kemerdekaan. Tsai mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka yang memiliki nama resmi Republik China.

        Taiwan telah melaporkan penyebaran virus corona terhadap 67 orang dengan jumlah kematian satu orang. Wabah virus telah memperburuk hubungan yang sudah buruk antara Taiwan dan China, dengan kedua belah pihak menuduh satu sama lain menyebarkan berita palsu. Taiwan juga marah karena China memblokir aksesnya ke Organisasi Kesehatan Dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Muhammad Syahrianto

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: