Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anies Habis Dikepret Ferdinand: Bro, Mau Jadi Presiden? Sikat FPI dan HTI Dong..

        Anies Habis Dikepret Ferdinand: Bro, Mau Jadi Presiden? Sikat FPI dan HTI Dong.. Kredit Foto: Instagram/ferdinand_hutahaean
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Politikus Ferdinand Hutahaean, menilai seharusnya Pemprov DKI Jakarta menerbitkan surat larangan bagi Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahannya, untuk tidak berafiliasi dengan ormas yang telah dibubarkan oleh pemerintah.

        Ia menilai seahrusnya Jakarta menjadi teladan daerah lain, sebab basis ormas terlarang seperti Front Pembela Islam (FPI), berpusat Jakarta. Baca Juga: Makin Panas! Ferdinand Bongkar Kelakuan Anies yang Nggak Bangun Apa-Apa, Ini Fakta...

        “Mestinya Jakarta sebagai Ibu Kota memberi teladan dengan mengeluarkan larangan bagi Pegawai Pemprov terlibat FPI, HTI. Ini sebagai bukti dukungan pada kebijakan Nasional yang menempatkan FPI HTI sebagai ormas terlarang,” cuitnya dalam akun Twitternya, Senin (15/2/2021).

        Karena itu, ia pun kemudian mempertanyakan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terhadap FPI.

        “Apakah Anies Baswedan lebih cinta FPI, HTI makanya tidak berani terbitkan larangan tersebut,” sambung eks kader Partai Demokrat ini. Baca Juga: Halo Bapak-Ibu PNS, Dengar Baik-Baik Nih, Anda Dilarang Keras Kasih Duit ke HTI dan FPI

        Sambungnya, jika Anies ingin mencalonkan diri sebagai Presiden, dirinya harus benar-benar memposisikan cintan terhadap NKRI dan Pancasila.

        “Bro, kalau mau jadi presiden di Indonesia, ente harus berani melawan musuh negara..!! Contohnya FPI, HTI dan PKI. Bukan malah berangkulan dengan mereka..!! Bagaimana cara ente tunjukkan cinta NKRI dan Pancasila? Mestinya dengan tindakan bukan dengan kata-kata yang ditata. Ahhhh kau payah,” katanya.

        Menurutnya, manusia memang mudah mengakui mencintai NKRI. Namun, hal itu akan berbeda dengan tindakannya jika dihadapkan pada satu pilihan.

        “Lidah memang mudah bicara cinta NKRI, cinta Pancasila. Tapi ketika dihadapkan pada satu pilihan antara Cinta NKRI dan Cinta Pancasila atau Cinta FPI dan HTI? Lidahnya tiba-tiba kaku tak mampu jawab dan pura-pura tak mendengar. Padahal saya tau hatinya lebih cinta FPI HTI daripada NKRI dan Pancasila,” tukasnya.

        Sebagaimana diketahui, Aparatur sipil negara (ASN) diingatkan untuk tidak memberikan dukungan, termasuk dukungan keuangan dengan menyumbang ke rekening organisasi terlarang.

        Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) menyatakan sudah ada larangan yang mengatur tentang hal tersebut.

        Sebelumnya Tjahjo dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menerbitkan Surat Edaran (SE) Bersama tentang Larangan Bagi ASN untuk Berafiliasi dengan dan/atau Mendukung Organisasi Terlarang dan/atau Organisasi Kemasyarakatan yang Dicabut Status Badan Hukumnya. 

        Dalam SE Bersama ini juga disebutkan organisasi terlarang dan ormas yang telah dicabut status badan hukumnya, yaitu Partai Komunis Indonesia, Jamaah Islamiyah, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan Front Pembela Islam (FPI).

        Tjahjo menegaskan, berdasarkan informasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ada ASN yang menyumbang ke rekening organisasi terlarang. “Kalau kemarin belum dilarang, sekarang sudah dilarang, stop. Karena saya setiap bulan pasti akan memberikan sanksi,” tutur Tjahjo dalam acara Peresmian Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (10/2/2021). 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Vicky Fadil

        Bagikan Artikel: