PKS Beri Usul Pansus Minyak Goreng, Langsung Disamber Orang PDIP: Cuma Lelucon yang Tidak Lucu!
Kredit Foto: Antara/Adeng Bustom
Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus sebut Pansus Hak angket minyak goreng yang diusulkan Fraksi PKS sebagai lelucon.
Anak buah Megawati Soekarnoputri atau Bu Mega di PDIP itu menyebut argumentasi yang dipakai PKS menggulirkan pansus minyak goreng tidak memadai.
Baca Juga: Ngeri! Soal Pawang Hujan MotoGP, Politisi PKS Bersuara Lantang: Haram, Bisa Datangkan Murka Allah!
Meskipun Fraksi PKS memiliki hak mengusulkan pembentukan pansus, tetapi Deddy melihat wacana itu sebagai kegenitan politik belaka.
"Bagi kami hak angket untuk khusus masalah minyak goreng saja adalah sebuah lelucon yang tidak lucu," kata Deddy di Jakarta pada Senin (21/3).
Dia mengatakan usulan PKS itu tak memenuhi persyaratan untuk mengajukan hak angket seperti tercantum dalam pasal 79 Ayat (3) Undang-Undang MD3.
Menurut Deddy, kelangkaan minyak goreng itu disebabkan melonjaknya harga komoditi CPO yang disebabkan oleh menurunnya pasokan minyak nabati dunia, krisis energi, dan konflik Ukraina.
Legislator dari Dapil Kalimantan Utara itu mengatakan Komisi VI DPR RI telah meminta dan mendorong Kementerian Perdagangan mengatasi kelangkaan dan harga yang tinggi tersebut.
Dorongan itu kemudian berujung lahirnya kebijakan penetapan DMO, DPO, dan HET oleh pemerintah.
Namun, Deddy menilai masalahnya antara lain munculnya sekelompok kecil pemburu keuntungan di tengah kekisruhan pasokan CPO dan minyak goreng.
"Perbuatan melanggar hukum yang menyebabkan kelangkaan itu terjadi dalam bentuk penimbunan barang dan penyelundupan," sebut Deddy.
Dengan demikian, dia memandang masalahnya ada pada penegakan hukum yang menjadi tanggung jawab berbagai pihak. Mulai Bea Cukai, Polri, kepala daerah hingga Kementerian Perdagangan.
Sebelumnya, Fraksi PKS DPR RI mendorong dibentuknya Pansus Hak Angket untuk menyikapi persoalan kenaikan harga minyak goreng dan kelangkaan produk itu di pasaran.
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan persoalan minyak goreng masih terjadi hingga kini dan berdampak pada kehidupan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Alfi Dinilhaq