Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        KemenKopUKM: Pelatihan Digital Marketing Jalan Keluar UMKM dari Masalah Pemasaran Saat Pendemi

        KemenKopUKM: Pelatihan Digital Marketing Jalan Keluar UMKM dari Masalah Pemasaran Saat Pendemi Kredit Foto: Unplash/Campaign Creators
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) Arif R Hakim mengatakan, pelatihan digital marketing saat ini menjadi alternatif pilihan yang tepat dalam rangka menjembatani pelaku UMKM khususnya usaha mikro yang pada masa pandemi mengalami kesulitan dalam pemasaran secara langsung (offline) sehingga diperlukan strategi pemasaran secara online melalui digitalisasi pemasaran.

        Digitalisasi sudah menjadi keharusan  termasuk dalam hal pemasaran. Dalam beralih digital juga harus disertai jiwa kewirausahaan yang terus meningkatkan kapasitasnya, cerdas dan cermat dalam produk yang akan dipasarkan.

        Baca Juga: Tingkatkan Gerakan BBI dan UMKM, Menko Luhut Resmikan Bazar Ramadan 2022

        "Saya kagum pada peserta pelatihan, karena di usia yang masih sangat muda, sudah mulai menciptakan lapangan pekerjaan. Ini sungguh hal yang baik, dan kami dari generasi yang lebih senior wajib memberikan pendampingan dan informasi agar usaha saudara bisa naik kelas. Tentu ini harapan kita semua, pelaku usaha yang awalnya mikro, bisa tumbuh jadi usaha kecil, lalu menengah dan besar. Banyak pelaku yang awalnya dari kecil mikro berkembang  sepeti Bob Sadino," kata Arif R Rahman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/4/2022).

        Arif memaparkan menjadi wirausaha sukses, memerlukan beberapa hal di antaranya semangat dan pantang menyerah. Kedua, ilmu pengetahuan harus bertambah terus karena tantangan akan terus bertambah seiring perkembangan jaman. Dalam hal ini, pemerintah terus memberikan dukungan kepada UMKM dan bertumbuhnya wirausaha.

        Baca Juga: Optimalisasi Belanja Produk UMKM Lokal, KemenKopUKM Bakal Gelar Business Matching Tahap 2

        "Dalam e-katalog, pemerintah mengalokasikan 40 persen belanja pemerintah untuk UMKM. Syarat bagi UMKM juga diperlonggar dengan tidak wajib bersertifikat SNI. Hal ini karena penyerapan UMKM atas belanja pemerintah di 2021 yang Rp470 triliun itu masih rendah, baru 30 persen," kata Arif.

        Tapaki Bonus Demografi

        Lebih lanjut Arif memaparkan, Indonesia saat ini mulai memasuki era bonus demografi, yaitu kondisi pertumbuhan penduduk usia kerja semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk.

        Berdasarkan data (BPS, 2020), jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270,20 juta jiwa, dan dari jumlah tersebut sebanyak 140,22 juta orang merupakan usia produktif/angkatan kerja. Dari data tersebut, jika diklasifikasikan menurut kriteria pelaku usaha, sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro yang mencapai 64,60 juta unit atau 98,67% dari total pelaku usaha nasional.

        "Berbagai permasalahan internal yang dihadapi selama ini seperti SDM, kelembagaan usaha, produksi, pemasaran, pembiayaan, teknologi, jaringan kerja sama usaha, dan sebagainya, secara eksternal dihadapkan pada tantangan persaingan yang semakin terbuka dan kompetitif baik di dalam dan luar negeri," kata Arif.

        Atas dasar kondisi tersebut, perlu upaya pemberdayaan KUMKM, khususnya usaha mikro untuk ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan berbasis kompetensi. Pelatihan SDM usaha mikro berbasis kompetensi telah diamanatkan dalam Permenkop dan UKM Nomor 18/Per/M.KUKM/IX/2015 Tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Bagi Sumber Daya Manusia Koperasi, Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah.

        Baca Juga: Gandeng KemenkopUKM dan KNEKS, Shipper Gelar Ajang Festival UMKM Guna Tingkatkan Daya Saing

        Selain itu, pelaksanaan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi perlu terus diimplementasikan dan dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) baik SKKNI yang ada pada Kementerian Koperasi dan UKM maupun mengadopsi SKKNI Kementerian/Lembaga lainnya baik melalui uji dan non uji.

        Tak hanya itu, dalam era globalisasi, persaingan di pasar bebas dan masuk pada era revolusi industry 4.0, serta prediksi bonus demografi/pertumbuhan penduduk Indonesia ditingkat usia produktif maka perlu dioptimalkan sebesar-besarnya potensi sumber daya yang ada sehingga memberikan manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat.

        Baca Juga: Kabar Baik! KemenKopUKM Bentuk Pokja untuk Susun RUU Perkoperasian yang Terkini dan Ideal

        Untuk itu, KemenKopUKM melakukan tiga agenda pemulihan transformatif, yaitu: 70% program KemenKopUKM akan menyasar langsung kepada pelaku UMKM dan koperasi, anak muda, perempuan dan fokus untuk mendukung pengembangan usaha ramah lingkungan.

        Selain itu, KemenKopUKM juga mendorong pembiayaan UMKM dan koperasi bergeser dari sektor perdagangan ke sektor riil, dan juga meningkatkan UMKM masuk ke ekosistem digital sebesar 30 juta UMKM ditargetkan go digital.

        "Dengan demikian pelatihan digital marketing yang dilaksanakan di Kota Bandung ini menjadi bagian dari upaya mencapai target UMKM go digital. Semoga pelatihan ini dapat memberikan manfaat dan berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah bagi kesejahteraan UMKM khususnya di Jabar," harap Arif R Hakim.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
        Editor: Ayu Almas

        Bagikan Artikel: