Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Situasi Papua Memanas Semenjak Penangkapan Lukas Enembe, Pengamat Pertanyakan Peran BIN: Harusnya Berikan Informasi Komprehensif

        Situasi Papua Memanas Semenjak Penangkapan Lukas Enembe, Pengamat Pertanyakan Peran BIN: Harusnya Berikan Informasi Komprehensif Kredit Foto: YouTube.
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom Narasi Institute Achmad Nur Hidayat menyoroti soal keamanan di Papua. Sebagaimana diketahui, TNI dapat serangan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) di distrik Yal Kabupaten Nduga Pegunungan Papua.

        Achmad menyinggung soal eskalasi keamanan di Papua setelah penangkapan Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

        “Eskalasi keamanan di Papua sendiri semakin meningkat sejak ditangkapnya gubernur Papua Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Enembe yang merupakan tokoh di Papua memiliki banyak pengikut yang tentu tidak menerima pemimpinnya ditangkap,” ujar Achmad dalam keterangan resmi yang diterima wartaekonomi.co.id, Selasa (18/4/23).

        Baca Juga: Setelah Yana Mulyana Terjaring OTT, Warganet Minta KPK Segera Turun Langsung ke Lampung

        Achmad blak-blakan mempertanyakan peran Badan Intelijen Negara (BIN) terhadap situasi yang saat ini terjadi di Papua.

        Menurut Achmad, BIN punya peran besar memberikan informasi komprehensif sebagai pertimbangan langkah yang harus diambil terkait situasi di Papua.

        Baca Juga: Pengamat Pertanyakan Kehadiran BIN Usai Eskalasi Keamanan di Papua Meningkat Pasca Ditangkapnya Lukas Enembe

        “BIN harusnya dapat memberikan informasi yang komprehensif atas situasi yang terjadi di Papua. Pasca penangkapan Lukas Enembe situasi di Papua tentu mengalami pergeseran dalam hal keamanan, pihak pihak yang marah terhadap penangkapan tersebut tentu akan bereaksi. Dan perlu diidentifikasi apakah hal tersebut memiliki korelasi dengan kelompok OPM,” jelasnya.

        Lanjut Achmad, data intelijen sangat diperlukan untuk menetapkan strategi yang bisa digunakan untuk mengambil tindakan di Papua.

        Terlebih memasuki tahun politik 2024 dan Pasca penangkapan Lukas Emembe eskalasikeamanan di Papua akan semakin meningkat kerawanannya.

        “Jika tingkat kerawanan keamanan di Papua tidak dimitigasi secara baik oleh data data intelegen maka itu akan sangat berbahaya bagi keselamatan para baik para personel keamanan maupun penduduk sipil Papua,” ujarnya.

        Baca Juga: Pecah Rekor! Gus Baha Ngobrol dengan Anies Baswedan Hingga 2,5 Jam, Refly Harun: Anies Memang Bisa Berbaur di Semua Kalangan…

        Baca Juga: Ma'ruf Amin Kecam Tindakan Brutal KKB Papua yang Menewaskan Prajurit TNI: Ini Ujian Berat...

        “Dan hal tersebut akan sangat membahayakan kepentingan Pemerintah Indonesia tidak saja di dalam negeri tetapi juga di tingkat internasional,” tambahnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Bayu Muhardianto

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: