Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (12/1/2026) dengan kinerja lesu. Mengacu pada data RTI, indeks melemah 52,03 poin atau 0,58% dan berakhir di level 8.884,72, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi intraday di 9.000,96.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 435 saham tercatat melemah, sementara 279 saham mampu menguat dan 97 saham bergerak stagnan. Aktivitas transaksi tetap ramai, dengan volume perdagangan mencapai 74,37 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 5.072.585 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan menyentuh Rp39,98 triliun.
Meski IHSG berada di zona merah, pergerakan investor asing justru masih mencatatkan aksi beli bersih. Secara keseluruhan pasar, net buy asing tercatat sebesar Rp101,97 miliar. Di pasar reguler, asing membukukan net buy Rp205 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai terjadi net sell sebesar Rp103,03 miliar.
Baca Juga: DBS Ramal IHSG Menguat, Tapi Tak Sentuh Target Purbaya yang Sampai 10.000
Saham yang Diborong Asing
Berdasarkan data Stockbit, berikut sejumlah saham net foreign buy terbesar pada Senin (12/1)!
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp234,56 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp214,48 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp160,70 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp129,15 miliar
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp108,57 miliar
Sementara itu, tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan net foreign sell Rp437,90 miliar. Berikutnya adalah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp285,97 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp279,64 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp86,76 miliar, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp86,02 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: