Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham Eropa Lesu, Sektor Mewah dan Tambang Tekan Stoxx 600

        Saham Eropa Lesu, Sektor Mewah dan Tambang Tekan Stoxx 600 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Eropa bergerak datar pada Jumat (16/1). Hal ini menyusul sikap investor yang tengah menyoroti musim laporan keuangan sejumlah perusahaan di Uni Eropa.

        Dilansir dari Reuters, Senin (19/1), Stoxx 600 ditutup di 614,38. Pelemahan saham mewah dan saham tambang menahan kenaikan pasar jelang akhir pekan perdagangan yang sibuk oleh musim laporan laba dan ketidakpastian geopolitik.

        Baca Juga: Dicecar BEI Soal Lonjakan Saham di Tengah Penurunan Kinerja, Begini Jawaban RMKE

        Richemont termasuk di antara saham yang tertinggal. BofA Global Research menurunkan rekomendasi untuk perusahaan perhiasan itu dari buy menjadi neutral, dengan alasan valuasi yang sudah tinggi setelah reli baru-baru ini.

        Analis Morningstar, Michael Field mengatakan bahwa meskipun harga saham kawasan euro tidak murah, margin keamanan yang sebelumnya dinikmati investor kini sudah hilang.

        Namun Stoxx 600 tetap mencatatkan kenaikan selama lima pekan berturut-turut, yang merupakan rekor tren kenaikan terpanjang sejak Mei 2025.

        Reli minggu ini banyak didorong oleh saham terkait komoditas setelah harga logam mulia dan minyak mentah naik di tengah ketegangan geopolitik di Iran dan Venezuela. 

        HSBC melemah setelah bank tersebut mengumumkan akan melakukan tinjauan strategis atas bisnis asuransinya di Singapura.

        Kongsberg Gruppen melonjak dan menjadi salah satu penguat paling signifikan setelah setidaknya dua perusahaan sekuritas menaikkan target harga sahamnya.

        Baca Juga: DJP Kini Bisa Sita dan Jual Saham di Bursa, Ini Risiko yang Perlu Dicermati Investor

        Pergerakan ini terjadi di tengah kombinasi faktor internal dan eksternal, termasuk musim laporan laba yang padat serta gejolak geopolitik global yang terus memengaruhi sentimen investor. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: