NANO Terima Dukungan Rp200 Miliar dari SoftBank, Siap Transformasi Besar Teknologi Kesehatan
Kredit Foto: WE
PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) memasuki tahap transformasi strategis setelah menerima komitmen pendanaan senilai Rp200 miliar dari SoftBank. Dana tersebut akan dikelola sebagai standby fund untuk mendukung pelaksanaan berbagai proyek berskala besar secara konsisten. Langkah ini diambil guna memastikan ekspansi perseroan tetap terukur dan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Penerapan skema pendanaan ini memberikan fleksibilitas bagi NANO dalam menjaga ritme pertumbuhan tanpa mengabaikan disiplin tata kelola keuangan. Penguatan struktur permodalan ini juga berdampak positif pada sentimen pasar, seiring dengan upaya perseroan dalam memperkokoh manajemen di sektor investasi untuk mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Kepercayaan publik semakin diperkuat dengan bergabungnya Himawan Sutanto sebagai Komisaris Utama SoftBank Ventura Indonesia. Kehadiran beliau diharapkan mampu meningkatkan standar kredibilitas dan tata kelola perusahaan. Selain itu, posisi ini dinilai strategis dalam mempererat hubungan antara akses permodalan global dengan pengembangan berbagai proyek teknologi inovatif di dalam negeri.
Selain SoftBank, LDA Capital juga tengah mempersiapkan langkah lanjutan melalui rencana pembentukan LDA Investment Board di tingkat perseroan. Inisiatif ini menandai kemitraan strategis jangka panjang yang difokuskan pada pengawalan keputusan investasi dan percepatan komersialisasi inovasi, khususnya di sektor teknologi kesehatan.
Dari sisi fundamental, NANO bersama Nano Center Indonesia menguasai 85 paten teknologi yang siap dikomersialisasikan, mayoritas di bidang kesehatan berbasis nanoteknologi. Teknologi tersebut telah memasuki tahap aplikasi melalui kerja sama dengan Mandaya Royal Hospital.
Direktur Utama NANO, Suryandaru, menyatakan transformasi perseroan resmi dimulai awal 2026, dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang. Rencana pembagian dividen tahun buku 2025 turut menjadi sinyal optimisme manajemen terhadap prospek arus kas perseroan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: