Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nano Group Gandeng Evermos Guna Perkuat Ekosistem Herbal Indonesia

Nano Group Gandeng Evermos Guna Perkuat Ekosistem Herbal Indonesia Kredit Foto: Nano
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Nano Herbaltama Internasional (NHI), anak usaha PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO), menjalin kerja sama strategis dengan platform distribusi Evermos untuk memperluas hilirisasi produk herbal berbasis nanoteknologi dan riset nasional di Indonesia.

Kerja sama diumumkan dalam seremoni yang dihadiri Founder KEY Propolis Erick Yusuf, Co-founder & Acting CEO Evermos Ilham Taufiq, serta Komisaris Independen NANO Cahyana Ahmad Jayadi.

Kolaborasi difokuskan pada distribusi suplemen kesehatan KEY Propolis melalui jaringan ratusan ribu reseller Evermos di seluruh Indonesia, sekaligus mendorong kemandirian produk kesehatan herbal berbasis teknologi tinggi.

Baca Juga: NANO Terima Dukungan Rp200 Miliar dari SoftBank, Siap Transformasi Besar Teknologi Kesehatan

CEO PT Nano Herbaltama Internasional Mochamad Arief Iskandar mengatakan sinergi ini bertujuan membawa hasil riset ke masyarakat secara luas.

“KEY Propolis dikembangkan melalui riset nanoteknologi di bidang propolis selama lebih dari satu dekade oleh para pendiri kami yang merupakan ilmuwan nasional dari BRIN, yaitu Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng, Ph.D. dan Dr. Etik Mardliyati. Melalui jaringan Evermos, kami ingin memastikan teknologi ini memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan ekonomi umat. Kita bersama-sama melakukan syiar kesehatan, syiar ekonomi, dan syiar kebaikan,” ujarnya.

Produksi dilakukan di fasilitas NHI di Gedung Nanoplex, kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, sementara Evermos menyediakan jaringan distribusi dan layanan commerce terintegrasi.

Baca Juga: Didukung Modal Global dan Data Center, BAPI dan NANO Kembangkan Teknologi Kesehatan dan Pendidikan

Selain aspek komersial, kerja sama mencakup edukasi komunitas dan pemberdayaan sosial. Perusahaan menetapkan alokasi infaq Rp5.000 untuk setiap botol KEY Propolis yang terjual melalui platform Evermos.

NHI juga membuka layanan maklon bagi pemilik merek yang ingin mengembangkan produk herbal inovatif. Perusahaan memanfaatkan teknologi enkapsulasi partikel di bawah 100 nanometer untuk meningkatkan bioavailability zat aktif serta stabilitas produk.

Ke depan, NHI menyiapkan penguatan rantai Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) guna memasok bahan aktif herbal (active pharmaceutical ingredients/API) dan produk berbasis nano untuk industri suplemen kesehatan dan kosmetik di pasar domestik dan regional ASEAN.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: