Kredit Foto: Istimewa
Bursa Saham Eropa mencatat penurunan harian terbesar dalam dua bulan pada perdagangan di Senin (19/1). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam untuk memberlakukan tarif tambahan terhadap delapan negara kawasan euro terkait sengketa Greenland.
Dilansir dari Reuters, Selasa (20/1), Indeks Stoxx 600 turun 1,2% ke 607,06. Smentara indeks volatilitas saham zona euro melonjak ke posisi tertinggi sejak November. Pelemahan pasar terjadi di tengah volume perdagangan yang relatif tipis akibat libur Martin Luther King Jr. Day di Amerika Serikat.
Baca Juga: Harga Minyak Stabil, Pasar Pantau Ketegangan Eropa-AS
Trump menyatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar sepuluh persen terhadap barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia dan Inggris. Tarif tersebut akan dinaikkan menjadi dua puluh lima persen jika tidak tercapai kesepakatan yang memungkinkan pihaknya membeli Greenland.
Ancaman tersebut memicu respons keras dari kawasan euro dan mengingatkan pasar pada volatilitas tajam. Pernyataan Trump juga menimbulkan keraguan terhadap prospek kesepakatan dagang yang telah dicapai Amerika Serikat dan Eropa.
Para pemimpin dunia dan eksekutif perusahaan global yang berkumpul dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos. Setiap pernyataan yang muncul dari forum tersebut akan dicermati untuk mencari sinyal terkait kebijakan tarif dan arah geopolitik global.
“Kami meragukan bahwa tarif tersebut akan diterapkan sesuai yang diumumkan,” kata Kepala Ekonom Eropa Capital Economics, Andrew Kenningham.
Uni Eropa diprediksi akan berhati-hati dalam merespons untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Baca Juga: Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Usai Trump Ancam Tarif ke Eropa
Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan tercatat hampir memangkas setengah investasi perusahaan Jerman di Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: