Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BEI Bekukan Perdagangan 8 Saham yang Melaju Kencang, Salah Satunya Sudah Terbang 555%

        BEI Bekukan Perdagangan 8 Saham yang Melaju Kencang, Salah Satunya Sudah Terbang 555% Kredit Foto: Unsplash/Denise Chan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan sejumlah saham pada Rabu, 21 Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai signifikan dalam waktu singkat, sehingga bursa menilai perlu adanya fase pendinginan demi melindungi investor.

        "Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) pada tanggal 21 Januari 2026," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.

        Pada perdagangan Selasa (20/1), saham IBOS ditutup menguat 9,52% ke level Rp138. Secara mingguan, harga saham ini sudah melesat 24,32%, sementara dalam sebulan terakhir kenaikannya mencapai 89,04%.

        Baca Juga: Bos UDNG Klarifikasi Isu Akuisisi oleh Hashim Djojohadikusumo dan Northstar

        Tak hanya IBOS, BEI juga mensuspensi sejumlah saham akibat pergerakan harga yang sama-sama agresif. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) ditutup naik 12,03% ke Rp298, dengan kenaikan 36,7% dalam sepekan dan 94,77% dalam sebulan. PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) melonjak 24,48% ke Rp356, menguat 54,78% secara mingguan dan 159,85% dalam sebulan.

        Sementara itu, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) menguat 24,86% ke Rp462, naik 81,89% dalam sepekan dan 132,16% dalam sebulan. PT Indospring Tbk (INDS) naik 24,17% ke Rp745, dengan lonjakan 67,79% dalam sepekan serta 226,75% dalam sebulan. PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) juga ditutup menguat 34,69% ke Rp264, naik 54,39% dalam sepekan dan 70,32% dalam sebulan.

        Adapun PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatat kenaikan 20% ke Rp8.700, melesat 103,75% dalam sepekan dan bahkan 555,14% dalam sebulan. PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) turut masuk daftar dengan kenaikan 5,50% ke Rp115, menguat 91,67% dalam sepekan dan 85,48% dalam sebulan.

        Baca Juga: Akuisisi Rampung, Emiten Konstruksi (ASLI) Punya Pengendali Baru

        Yulianto menegaskan, penghentian sementara perdagangan saham-saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Tujuannya agar pelaku pasar memiliki waktu yang cukup untuk menelaah informasi secara lebih matang sebelum mengambil keputusan investasi.

        "Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," ujar Yulianto.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: