Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham BULL dan ELIT Masuk Pantauan Usai Catat Reli Tajam

        Saham BULL dan ELIT Masuk Pantauan Usai Catat Reli Tajam Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya aktivitas perdagangan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) pada saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perlindungan investor, menyusul lonjakan harga saham yang dinilai melampaui pola normal.

        “Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga pada saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.

        Kinerja saham BULL memang mencuri perhatian. Dalam sebulan terakhir, harga sahamnya sudah melesat 73,91%. Namun, setelah pengumuman UMA dirilis, pergerakan sahamnya berbalik melemah. Pada perdagangan Rabu (21/1), BULL tercatat turun -6,57% ke level Rp640.

        Baca Juga: Saham UNTR dan ASII Kompak Ambruk Usai Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo

        Tak hanya BULL, saham PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) juga masuk dalam pengawasan bursa. Dalam sepekan, saham ELIT tercatat naik 61,95% dan menguat hingga 86,73% dalam sebulan terakhir. Meski demikian, pada perdagangan terbaru, saham ELIT terpantau stagnan di level Rp366.

        Yulianto menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Meski begitu, bursa saat ini tengah mencermati secara ketat perkembangan pola transaksi pada saham-saham tersebut.

        Baca Juga: Bursa Cabut Suspensi 8 Saham, Harganya Bergerak Variatif

        Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity, Yulianto mengimbau investor agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Investor diminta memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa serta mencermati kinerja dan keterbukaan informasi emiten.

        Kemudian, mengkaji kembali rencana corporate action yang belum memperoleh persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan keputusan investasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: