- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Imbas Kebocoran Pipa TGI, Produksi Minyak PHR Berkurang 2 Juta Barel; ESDM Kejar Pemulihan dalam Dua Hari
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan dampak signifikan dari kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) terhadap produksi minyak nasional di Blok Rokan.
Akibat insiden yang terjadi sejak 2 Januari 2026 tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diperkirakan kehilangan potensi produksi hingga jutaan barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa durasi gangguan yang telah berlangsung sekitar 20 hari menyebabkan akumulasi kehilangan produksi yang cukup besar.
"Dalam waktu sekitar 20 hari itu mungkin sekitar 2 juta sudah tinggal di (dalam tanah). Jadi kita ada PR nambah produksi seharinya itu antara 5 ribu sampai 6 ribu barel per hari untuk bisa mengembalikan kehilangan," ujar Laode saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: PHR Putar Otak! Pakai Suplai Energi Sementara, Tapi Produksi Rokan Belum 'Full'
Setelah melalui proses perbaikan yang intensif, Laode memastikan bahwa perbaikan pipa telah selesai dan aliran gas mulai dinormalisasi secara penuh per hari ini. Ia menegaskan bahwa operasional gas tersebut merupakan atensi langsung dari Menteri ESDM.
"Pemulihan kembali itu insya Allah dalam hari ini itu sudah flow gasnya itu sudah dalam kapasitas maksimal. Ini juga menjadi perhatian utama dari Pak Menteri. Sudah dua hari ini saya diingatkan juga kapan tugas? hari ini Pak," tegasnya.
Sebelumnya, aliran gas sempat dibatasi demi alasan keamanan mengingat sempat terjadi insiden ledakan berulang. Namun, per tengah malam tadi, tekanan gas telah dinyatakan aman untuk operasional penuh.
"Bukan, kalau sudah mulai mengalir dari beberapa hari yang lalu, cuma kan alirannya itu tidak maksimal. Ditahan agar kan sudah dua kali meledak kan. Nah ini kita jaga kita tambahkan secara gradual tapi nggak boleh juga lama-lama nambahannya. Makanya saya kemarin rapat hari Minggu kita rapatkan dan semalam jam 24 itu flow-nya sudah dibuka semua maksimal," tambah Laode.
Terkait kondisi di Blok Rokan, Laode menyebutkan bahwa proses pemulihan produksi akan dilakukan secara bertahap seiring dengan stabilnya pasokan gas. Ia memproyeksikan operasional di Rokan akan kembali normal dalam waktu dekat.
"Kemarin saya komunikasi (dengan PHR) informasinya dalam 2 hari ke depan (normal)," ungkapnya.
Baca Juga: Harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) Anjlok ke US$59,57
Untuk menambal kehilangan produksi sebesar 2 juta barel tersebut, pemerintah bersama SKK Migas tengah menyisir potensi tambahan produksi dari lapangan-lapangan lain. Salah satunya adalah optimalisasi sumur-sumur kecil di wilayah Sumatra Selatan.
"Ya sekarang kan Pak Kepala SKK tuh ke Palembang, di sana ada tambahan. Jadi semua tambahan-tambahan yang kecil-kecil di mana pun berada kita upayakan kita produksikan tahun ini," pungkas Laode.
Kebocoran pipa TGI di jalur Grissik-Duri (GD) KP 222, Desa Batu Ampar, Riau, sebelumnya sempat melumpuhkan suplai gas untuk pembangkit listrik di Blok Rokan. Hal ini menyebabkan pompa-pompa angguk yang menjadi tumpuan produksi minyak tidak dapat beroperasi maksimal, sehingga mengancam target lifting minyak nasional tahun 2026 yang dipatok sebesar 610 ribu barel per hari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: