Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kredit Perbankan Diproyeksi Tumbuh, BI Ungkap Faktornya

        Kredit Perbankan Diproyeksi Tumbuh, BI Ungkap Faktornya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit perbankan tetap tumbuh pada 2026, seiring berlanjutnya permintaan kredit baru dan prospek ekonomi yang dinilai masih terjaga. Proyeksi tersebut tercermin dari hasil Survei Perbankan BI yang menunjukkan permintaan kredit diperkirakan tetap meningkat pada triwulan I 2026.

        Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, pada triwulan I 2026 penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 55,74%. Proyeksi ini melanjutkan tren peningkatan kredit baru yang terjadi pada triwulan IV 2025.

        “Pada triwulan I 2026, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh dengan nilai SBT sebesar 55,74%,” kata Denny dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

        BI mencatat, pada triwulan IV 2025 penyaluran kredit baru meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari SBT permintaan kredit baru yang mencapai 88,92%, lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2025 yang sebesar 82,33%.

        Baca Juga: Kredit Perbankan 2025 Tumbuh 9,69%, Sesuai Target BI

        Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit baru pada triwulan IV 2025 terutama bersumber dari Kredit Modal Kerja dengan SBT sebesar 88,64% dan Kredit Investasi sebesar 87,32%. Sementara itu, Kredit Konsumsi terindikasi lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya dengan SBT 13,39%.

        Perlambatan Kredit Konsumsi tersebut dipengaruhi oleh penurunan Kredit Kendaraan Bermotor yang tercatat SBT -2,14%, serta perlambatan Kredit Multiguna dengan SBT 21,38% dan Kredit Tanpa Agunan sebesar 27,16%. Di sisi lain, pertumbuhan Kartu Kredit mengalami peningkatan dengan SBT 70,81%, sedangkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) relatif stabil dengan SBT 48,00%.

        Secara sektoral, pertumbuhan kredit baru pada triwulan IV 2025 meningkat di sejumlah sektor ekonomi. Peningkatan tertinggi tercatat pada sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dengan SBT 88,53%, diikuti Industri Pengolahan sebesar 75,92%, Perantara Keuangan 72,53%, Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi 72,49%, serta Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 63,53%.

        Baca Juga: OJK Ungkap Kredit Perbankan Tumbuh 7,74% pada November 2025

        Dari sisi penawaran, BI mencatat standar penyaluran kredit pada triwulan IV 2025 terindikasi lebih longgar dibandingkan triwulan III 2025. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang bernilai negatif sebesar -2,59.

        “Kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar antara lain pada aspek biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, dan suku bunga kredit,” ujar Denny.

        Meski demikian, pada triwulan I 2026 standar penyaluran kredit diprakirakan akan lebih berhati-hati dibandingkan triwulan sebelumnya, dengan ILS sebesar 2,75.

        Kendati standar penyaluran diproyeksikan lebih selektif, responden Survei Perbankan BI memprakirakan outstanding kredit hingga akhir 2026 tetap tumbuh lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Menurut BI, kondisi tersebut ditopang oleh prospek ekonomi dan moneter yang dinilai tetap baik, serta risiko penyaluran kredit yang masih terjaga.

        “Kondisi tersebut antara lain ditopang oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap baik serta risiko dalam penyaluran kredit yang tetap terjaga,” pungkas Denny.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: