Kredit Foto: Istimewa
PT Weda Bay Nickel menuntaskan kewajiban rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Maluku Utara dengan total luas mencapai 4.140 hektare. Program rehabilitasi tersebut telah dinyatakan berhasil oleh Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH).
Berdasarkan hasil evaluasi Ditjen PDASRH, seluruh tahapan rehabilitasi DAS yang dilakukan Weda Bay Nickel memenuhi indikator keberhasilan sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor 23 Tahun 2021. Tingkat keberhasilan tumbuh tanaman tercatat mencapai minimal 95,16 persen dan dinyatakan tanpa catatan tambahan.
“Rehabilitasi DAS ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan bagian dari visi jangka panjang kami untuk memastikan operasional tambang berjalan selaras dengan pemulihan ekosistem,” kata Forestry Permitting Supervisor PT Weda Bay Nickel, Marudut Hutabalian, dalam keterangannya.
Sebagai pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), Weda Bay Nickel mulai melaksanakan rehabilitasi DAS sejak 2020. Kegiatan tersebut dilakukan bertahap di lima kabupaten, yakni Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, dan Halmahera Utara.
“Rangkaian rehabilitasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari inventarisasi lahan, penyusunan rancangan teknis, penanaman, hingga pemeliharaan,” ujar Marudut.
Ia menjelaskan, rehabilitasi dilakukan melalui lima fase dengan total luasan ribuan hektare yang tersebar di sejumlah wilayah Maluku Utara. Dalam pelaksanaannya, perusahaan menanam kombinasi tanaman kayu hutan dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).
Jenis tanaman kayu yang ditanam antara lain Nyatoh, Matoa, Gofasa, Bintangur, hingga Trembesi. Sementara tanaman HHBK meliputi Pala, Durian, Kenari, Jambu Mete, Duku, dan Rambutan.
“Pemilihan jenis tanaman HHBK seperti Pala dan Durian juga bertujuan agar masyarakat lokal dapat memetik manfaat ekonomi di masa depan,” ucapnya.
Dengan tuntasnya rehabilitasi DAS tersebut, Weda Bay Nickel berharap fungsi hidrologis dan ekologis DAS di Maluku Utara dapat kembali optimal serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: