Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Uni Eropa: Digital Euro Jadi Kunci Bebas Ketergantungan Visa dan Mastercard Amerika Serikat (AS)

        Uni Eropa: Digital Euro Jadi Kunci Bebas Ketergantungan Visa dan Mastercard Amerika Serikat (AS) Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Uni Eropa (UE) didesak untuk segera menciptakan digital euro guna mengurangi ketergantungan blok tersebut pada perusahaan pembayaran asal Amerika Serikat (AS). Hal ini menyusul dominasi mereka pada sistem transaksi di Eropa.

        Komisioner Ekonomi Eropa Valdis Dombrovskis mengatakan bahwa digital euro dapat memodernisasi sistem pembayaran dan memastikan uang bank sentral tetap relevan di tengah percepatan digitalisasi ekonomi.

        Baca Juga: Bank Sentral Eropa Ungkap Risiko Terbaru Ekonomi Euro: Ancaman Militer Rusia

        Namun, kemajuan proyek tersebut dinilai berjalan lambat karena kurangnya urgensi politik serta resistensi dari sebagian sektor perbankan. Meski demikian, situasi itu mulai berubah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekonomi global akibat ulah dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

        “Saat ini, lanskap pembayaran kita sangat didominasi oleh Non-Eropa. Hal ini membuat kita bergantung pada perusahaan asing di dunia yang semakin terpolarisasi dan terfragmentasi,” kata Dombrovskis, dilansir dari Reuters, Kamis (29/1).

        Hampir dua pertiga dari seluruh transaksi kartu kawasan euro kini diproses oleh raksasa pembayaran asal negara itu seperti Visa dan Mastercard. Dominasi tersebut membuat blok euro berada dalam posisi yang rentan.

        “Menyerahkan tingkat kendali teknologi sebesar ini atas ekonomi blok euro kepada pihak lain dapat menghambat kemampuan kita untuk bertindak secara otonom. Ini menimbulkan ancaman nyata terhadap ketahanan dan keamanan ekonomi kita,” ujarnya.

        Digital euro dinilai sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut. Dombrovskis menegaskan bahwa pengerjaan proyek ini harus dipercepat.

        “Eropa membutuhkan digital euro untuk era digital. Digital euro harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yaitu memperkuat otonomi strategis Eropa,” katanya.

        Baca Juga: AS Kritik Kebijakan Hijau Uni Eropa: Dunia Perlu Gandakan Produksi Minyak!

        Uni Eropa sendiri telah menyepakati bahwa digital euro harus dapat digunakan kapan saja dan di mana saja, baik saat pengguna terhubung ke internet maupun dalam kondisi offline. Setelah proses negosiasi selesai, bank sentral akan memiliki kewenangan untuk menerbitkan digital euro. Ia diperkirakan dapat mulai beroperasi pada 2029.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: