Kredit Foto: Cita Auliana
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan salah satu strateginya dalam mengatasi saham gorengan atau saham berisiko tinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah tersebut adalah dengan meningkatkan investasi saham industri dana pensiun (dapen) dan asuransi.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Kepemimpinan Adalah Pengabdian, Bukan Kepentingan Pribadi
Namun sejauh ini, dirinya menduga pelaku industri dapen dan asuransi memiliki kekhawatiran terkait kemungkinan adanya aturan tidak tertulis dalam investasi saham, sehingga ia akan meninjau hal tersebut.
“Mungkin mereka takut investasinya akan ada perintah nggak tertulis. Saya akan cek dengan mereka, kenapa atau bisa nggak mereka tingkatkan (investasi) ke bursa saham,” kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Senin (2/2).
Lebih lanjut, ia pun optimis akan mampu meyakinkan para pelaku idnustri tersebut untuk meningkatkan investasinya di saham karena BEI akan lebih baik ke depan.
Baca Juga: Fundamental Ekonomi Kuat, Pemerintah Perkuat Integritas Pasar Modal
Dan jika terjadi, maka saham gorengan akan bisa teratasi.
“Harusnya goreng-goreng (saham) yang nggak jelas akan makin berkurang di bursa kan,” ujar dia.
Untuk diketahui, pemerintah menetapkan arah kebijakan peningkatan batas atau limit investasi saham bagi industri dana pensiun (dapen) dan asuransi menjadi 20 persen.
Dalam kebijakan tersebut tahap pertama rencananya difokuskan pada saham-saham LQ45.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: