- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Insentif Pajak EV Berakhir, DPR Soroti Potensi Kenaikan Harga Kendaraan Listrik
Kredit Foto: Antara/Agha Yuninda
Masa depan industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia berada di persimpangan jalan. Keputusan pemerintah mencabut insentif pajak pada tahun 2026 ini memicu kekhawatiran besar dari kalangan legislatif dan pelaku industri baterai nasional.
Anggota Komisi XII DPR, Syarif Fasha, memperingatkan bahwa tanpa dukungan fiskal, harga mobil listrik akan melambung tinggi dan menjauh dari jangkauan konsumen.
"Nanti mobil listrik naik lagi harganya. Kalau sudah di harga di atas Rp1 miliar, pengguna, konsumen mobil listrik akan sudah berkurang lagi. Artinya, kita kembali ke titik awal dahulu," ujar Fasha dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: Insentif Dicabut, Adopsi EV Bertumpu Kebijakan Non-Fiskal dan Stabilitas Harga
Kekhawatiran legislator tersebut bukan tanpa alasan. Pelaku industri seperti Indonesia Battery Corporation (IBC) dan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) secara terang-terangan meminta agar tax holiday dan tax allowance segera dilanjutkan.
Director of Corporate Public Affair PT CATIB, Bayu Hermawan, menekankan pentingnya perpanjangan insentif tersebut tidak hanya untuk kendaraan, tetapi juga untuk sistem penyimpanan energi.
"Alhamdulillah PT CATIB sudah mendapatkan tax holiday untuk baterai kendaraan listrik dan mudah-mudahan implementasi dari tax holiday ini juga dapat diperpanjang untuk implementasi Battery Energy Storage System (BESS) yang diproduksi di dalam negeri," jelas Bayu.
Baca Juga: Insentif Berakhir, Industri EV Dipaksa Naik Kelas
Senada dengan CATIB, Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menuntut adanya keistimewaan (privilege) bagi investor yang membangun industri dari hulu ke hilir, terutama terkait perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Fasha menyebut bahwa langkah Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan yang menghentikan insentif sejak awal 2026 telah memberikan pukulan telak pada angka penjualan.
"Apa yang diminta oleh PT CATIB itu sudah pas. Kemendag dan Kemenkeu itu sudah mencabut tax, pajak terkait kendaraan listrik tahun 2026 ini, akibatnya pangsa pasar mobil listrik langsung down," ungkap politisi NasDem tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri