Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Asing Jualan Gede-gedean Saat IHSG Terbang, 10 Saham Ini Jadi Sasaran!

        Asing Jualan Gede-gedean Saat IHSG Terbang, 10 Saham Ini Jadi Sasaran! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tekanan jual dari investor asing kembali mewarnai perdagangan pasar saham Indonesia pada Selasa (3/2/2026). Hal itu terjadi di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

        Data RTI menunjukkan investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp834,07 miliar di seluruh pasar. Aksi tersebut terdiri dari net sell Rp760,05 miliar di pasar reguler serta Rp74,02 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Namun secara kumulatif sejak awal tahun, nilai jual bersih asing telah menembus Rp10,06 triliun.

        Di tengah derasnya arus keluar dana asing, IHSG sendiri berhasil ditutup menguat 199,87 poin atau setara 2,52% ke level 8.122,60. Sepanjang hari, indeks bergerak di kisaran 7.712,35 hingga 8.122,59.

        Baca Juga: Bareskrim Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Saham Gorengan

        Penguatan ini didukung mayoritas saham yang bergerak positif, dengan 654 saham menguat, 108 saham melemah, dan 56 saham stagnan.Aktivitas perdagangan tercatat ramai dengan volume 61,09 miliar saham, nilai transaksi Rp29,35 triliun, serta frekuensi mencapai 3,27 juta kali transaksi.

        Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi emiten dengan tekanan jual asing terbesar, yakni Rp278,29 miliar. Kendati demikian, saham BMRI tetap mampu ditutup naik 0,62% ke level Rp4.830.

        Tekanan serupa juga dialami PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang dilepas asing senilai Rp256,54 miliar, meski sahamnya masih menguat 0,66% ke Rp7.650.

        Baca Juga: Saham Gorengan Mengintai, Ini Strategi Menghindarinya

        Saham Sasaran Jual Asing

        Berdasarkan data Stockbit, berikut 10 saham sasaran jual asing pada Selasa (3/2)! 

        1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp278,29 miliar 
        2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp256,54 miliar 
        3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp198,86 miliar 
        4. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp181,49 miliar 
        5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp130,5 miliar 
        6. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp96,8 miliar
        7. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp82,24 miliar 
        8. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp76,6 miliar 
        9. PT Timah Tbk (TINS) Rp68,14 miliar 
        10. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp56,34 miliar

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: