Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wall Street Melemah, Investor Khawatirkan Valuasi Saham AI

        Wall Street Melemah, Investor Khawatirkan Valuasi Saham AI Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Rabu (4/2). Penurunan terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap valuasi saham yang dinilai mahal dan potensi berakhirnya reli panjang saham kecerdasan buatan (AI) di Wall Street.

        Dikutip dari Reuters, S&P 500 turun 0,51% ke 6.882,72. Indeks Nasdaq jatuh 1,51% ke 22.904,58. Sementara Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,53% ke 49.501,30.

        Baca Juga: Perkuat Cengkeraman, Pengendali Borong Saham INET Rp45,28 Miliar

        Tekanan pasar dipimpin oleh saham teknologi besar. Alphabet melemah setelah perusahaan tersebut menyatakan akan meningkatkan belanja secara agresif untuk memperdalam investasinya dalam persaingan pengembangan AI.

        Saham Advanced Micro Devices (AMD) anjlok setelah produsen chip itu memproyeksikan pendapatan kuartalan di bawah ekspektasi pasar dan mengindikasikan tantangan berat dalam bersaing dengan Nvidia.

        “Skala pembangunan infrastruktur akal imitasi belum pernah terjadi sebelumnya, begitu juga dengan kecepatan adopsi akal imitasi oleh konsumen dan pelaku usaha,” kata Manajer Portofolio Argent Capital, Jed Ellerbroek.

        Ia menambahkan bahwa pasar saham kesulitan menentukan valuasi yang tepat dan mulai bersikap skeptis terhadap prospek jangka panjang sektor tersebut.

        Sejumlah saham perusahaan software kembali melemah, memperpanjang tren penurunan sebelumnya di tengah kekhawatiran bahwa perkembangan akal imitasi yang sangat cepat dapat mengganggu model bisnis pemain lama di industri teknologi.

        Di tengah aksi jual saham akal imitasi, investor mulai mengalihkan dana ke saham-saham berharga lebih murah yang tertinggal dari reli teknologi dalam beberapa tahun terakhir.

        Baca Juga: Bursa Eropa Cetak Rekor Baru Meski Tertahan Aksi Jual Saham Software

        Dari Amerika Serikat, data ekonomi menunjukkan laporan ketenagakerjaan untuk bulan lalu yang sangat dinantikan, ditunda dari jadwal semula akibat penutupan sebagian pemerintahan selama empat hari yang baru berakhir pada Selasa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: