- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
CBL dan IBC Targetkan Pabrik Baterai EV Karawang Beroperasi Kuartal III-2026
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL)–Brunp–Lygend (CBL) bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) menargetkan proyek pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, mulai beroperasi pada kuartal III-2026.
Proyek yang dijalankan melalui perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) ini dirancang membangun rantai pasok baterai secara menyeluruh, mulai dari manufaktur, pengolahan material, hingga daur ulang.
Direktur Utama CBL Indonesia Wu Zhihui menegaskan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memosisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok energi hijau dunia.
Baca Juga: Gempuran LFP Nyata, Bos IBC Buka-Bukaan Soal Nasib Baterai Nikel RI
“Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun rantai pasok baterai terintegrasi di Indonesia, dari manufaktur hingga daur ulang, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam ekosistem baterai global,” ujar Wu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Dalam proses pengembangannya, IBC menekankan pentingnya keberpihakan regulasi bagi pelaku industri yang membangun ekosistem secara utuh dari hulu hingga hilir. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengharapkan adanya insentif khusus, terutama dalam penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“IBC dan mitra berkomitmen membangun value chain baterai secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga kami berharap ada privilege dalam perhitungan TKDN produk kami,” kata Aditya.
Baca Juga: PGN Pasok Gas ke Pabrik Baterai EV di Karawang
Proyek ini merupakan kelanjutan dari groundbreaking kerja sama CBL–IBC–ANTAM yang telah dilaksanakan di Karawang pada Juni 2025. Kehadiran konsorsium global ini diharapkan membawa transfer teknologi mutakhir, termasuk teknologi daur ulang baterai pascapakai ke dalam negeri.
Komisi XII DPR RI memberikan sinyal positif terhadap progres proyek strategis nasional ini dan mengapresiasi model bisnis terintegrasi yang dinilai memberi nilai tambah maksimal bagi sumber daya mineral nasional.
“Kami bersyukur ada perusahaan yang bergerak secara terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ungkap salah satu perwakilan Komisi XII DPR RI dalam forum tersebut.
Wu Zhihui menambahkan dukungan politik dari parlemen menjadi kunci kelancaran investasi besar ini. “Dukungan Komisi XII DPR RI sejak tahap awal proyek menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pengembangan industri baterai,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri