Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Keputusan FTSE Tak Goyahkan Pasar, IHSG Sesi I Tetap Ngebut Naik 1,26%

        Keputusan FTSE Tak Goyahkan Pasar, IHSG Sesi I Tetap Ngebut Naik 1,26% Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap melaju kencang usai FTSE Russell menunda evaluasi indeks Maret 2026 untuk saham-saham Indonesia. Pada penutupan sesi pertama Selasa (10/2), IHSG melesat 100,87 poin atau 1,26% ke level 8.132,75.

        Pergerakan saham pada siang hari ini turut didominasi rapor hijau. Sebanyak 572 saham bergerak naik, 126 saham bergerak turun dan 118 saham tidak bergerak. 

        Hingga pertengahan hari ini, IHSG sudah membukukan nilai transaksi sebesar Rp11,92 triliun. Hal itu diperoleh dari adanya perdagangan 26,93 miliar lembar saham dengan frekuensi 1.524.156 kali. 

        Baca Juga: FTSE Russell Tunda Rebalancing Saham Indonesia hingga Juni 2026

        Ditinjau dari indeks LQ45, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menjadi top gainers dengan kenaikan 7,8% ke level Rp1.935. Disusul PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang menanjak 7% ke Rp2.750 dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang menguat 6,11% ke Rp695. 

        Di posisi top losers ada PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang anjlok 1,24% ke Rp7.950, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang merosot 1,09% ke Rp9.075 dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang terkoreksi 0,94% ke Rp525. 

        Baca Juga: BEI Ungkap Hasil Pertemuan dengan FTSE Russell Soal Penundaan Rebalancing Saham RI

        Diketahui, FTSE menunda peninjauan indeks atas saham Indonesia setelah mempertimbangkan masukan dari Komite Penasihat Eksternal (External Advisory Committees) FTSE Russell. 

        Selain itu, lembaga indeks global tersebut juga menyoroti potensi perubahan yang merugikan (potential adverse turnover) serta ketidakpastian dalam menentukan persentase free float yang akurat dari saham emiten Indonesia di tengah rencana reformasi pasar modal. 

        Penundaan ini pun mengacu pada Aturan 2.4 Exceptional Market Disruption dalam kebijakan indeks FTSE Russell. Aturan tersebut berlaku apabila klien dinilai tidak dapat memperdagangkan pasar atau efek secara optimal.

        FTSE Russell menegaskan akan terus memantau perkembangan rencana reformasi oleh otoritas bursa. Pembaruan akan disampaikan sebelum tanggal pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026 yang dijadwalkan pada 22 Mei 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: