Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Ungkap Hasil Pertemuan dengan FTSE Russell Soal Penundaan Rebalancing Saham RI

BEI Ungkap Hasil Pertemuan dengan FTSE Russell Soal Penundaan Rebalancing Saham RI Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

FTSE Russell resmi menunda peninjauan ulang (index review) saham Indonesia yang dijadwalkan pada Maret 2026. Penundaan dilakukan di tengah proses reformasi pasar modal nasional dan ketidakpastian penentuan porsi free floatemiten domestik.

Menanggapi keputusan tersebut, Bursa Efek Indonesia menyatakan telah melakukan pertemuan dengan FTSE Russell dan memperoleh dukungan atas berbagai inisiatif reformasi yang tengah dijalankan otoritas pasar modal Indonesia.

Pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan FTSE Russell memberikan respons positif terhadap rencana aksi yang dilakukan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan dan self-regulatory organization (SRO).

“FTSE memberikan support atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama dengan OJK dan SRO,” ujar Jeffrey kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: FTSE Russell Tunda Rebalancing Saham Indonesia hingga Juni 2026

Jeffrey menyampaikan, meskipun memberikan dukungan, FTSE Russell menekankan pentingnya implementasi kebijakan secara konsisten dan sesuai dengan timeline yang telah dipaparkan sebelumnya.

“Mereka menekankan pada implementasinya agar sesuai dengan timeline yang sudah disampaikan,” imbuhnya.

BEI menyambut sikap tersebut sebagai sinyal positif dari penyedia indeks global dan menilai langkah ini mencerminkan kepercayaan terhadap upaya perbaikan infrastruktur dan stabilitas pasar modal domestik.

“Kami tentu mengapresiasi dukungan dari FTSE. Kita juga dapat memahami bahwa FTSE juga tidak menyampaikan concern terkait country classification,” kata Jeffrey.

Baca Juga: Soroti Reformasi Pasar, FTSE Russell Tunda Peninjauan Indeks Saham Indonesia

Sebelumnya, FTSE Russell penyedia indeks global di bawah naungan London Stock Exchange Group menyatakan menunda index review Indonesia Maret 2026.

Dalam pernyataan resminya, FTSE Russell menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan masukan dari External Advisory Committees. FTSE juga menyoroti potensi potential adverse turnover serta ketidakpastian dalam menentukan persentase free float saham emiten Indonesia di tengah rencana reformasi pasar modal.

Penundaan tersebut mengacu pada Aturan 2.4 Exceptional Market Disruption dalam kebijakan indeks FTSE Russell, yang berlaku apabila klien dinilai tidak dapat memperdagangkan pasar atau efek secara optimal.

Seiring keputusan itu, mulai berlaku segera, FTSE Russell tidak mengimplementasikan sejumlah perubahan indeks terhadap saham Indonesia, termasuk penambahan saham baru, penghapusan akibat index review, perubahan segmen kapitalisasi pasar, penyesuaian jumlah saham beredar, perubahan bobot investabilitas, serta pelaksanaan rights issuedengan asumsi hak dijual.

FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dan memberikan pembaruan sebelum pengumuman FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Quarterly Review Juni 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: