Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Produksi Baterai Solid-State secara Massal untuk Mobil Listrik Tinggal Tunggu Waktu

        Produksi Baterai Solid-State secara Massal untuk Mobil Listrik Tinggal Tunggu Waktu Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah China dijadwalkan bakal merilis standar nasional untuk baterai solid-state pada Juli mendatang.

        Mydrivers melaporkan pernyataan Kepala Ilmuwan China Automotive Technology and Research Centre (CATARC) yang menyebutkan produksi massal baterai solid-state diperkirakan bisa dimulai tahun depan.

        Berdasarkan laporan tersebut, draf standar telah rampung pada Desember 2025. Saat ini proses konsultasi publik berlangsung hingga akhir Februari 2026. Selama periode tersebut, CATARC melakukan serangkaian uji verifikasi sebelum aturan difinalisasi.

        Standar baru itu ditargetkan selesai ditinjau dan disetujui pada April 2026, lalu resmi dirilis pada Juli. Regulasi tersebut akan membedakan secara jelas kategori baterai berbasis cair (liquid), semi-solid, dan sepenuhnya solid-state.

        Baca Juga: Beli Mobil Listrik MG di IIMS 2026 Bisa Hemat Hingga Rp100 Juta, Ini Rinciannya

        Baterai solid-state dinilai sebagai terobosan dalam industri kendaraan listrik karena memiliki stabilitas termal tinggi dan kepadatan energi yang besar.

        Teknologi ini mampu mencapai 300–400 Wh/kg, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP) konvensional.

        Berbeda dengan baterai biasa yang menggunakan elektrolit cair untuk menghantarkan ion antara anoda dan katoda, baterai solid-state memanfaatkan material padat berbasis polimer, oksida, atau sulfida.

        Dalam penerapannya, MG4 Anxin Edition disebut sebagai mobil produksi pertama yang menggunakan baterai semi-solid state.

        Sementara itu, motor listrik Verge TS Pro menjadi kendaraan produksi pertama yang mengadopsi baterai solid-state penuh.

        Sejumlah produsen otomotif global juga tengah mengembangkan teknologi ini. Geely dilaporkan sedang mengembangkan baterai solid-state penuh dan diperkirakan akan mengumumkan perkembangan terbarunya tahun ini.

        Selain Geely, perusahaan lain yang terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut antara lain BYD, Chery, GAC, Dongfeng, FAW, Toyota, Honda, Nissan, Mercedes-Benz, BMW, Ford, Nio, Hyundai, hingga VinFast.

        Langkah China menetapkan standar nasional dinilai sebagai upaya mempercepat komersialisasi sekaligus memperjelas arah pengembangan industri baterai generasi berikutnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: