Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rahasia Murahnya Biaya Pengembangan DeepSeek Dibongkar Raksasa AI

        Rahasia Murahnya Biaya Pengembangan DeepSeek Dibongkar Raksasa AI Kredit Foto: Deepseek
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        OpenAI membongkar rahasia pengembangan startup kecerdasan buatan (AI) China, DeepSeek. Ia mengatakan bahwa akal imitasi itu meniru model mereka dan memanfaatkannya sebagai bahan pelatihan internal.

        Dikutip dari Reuters, CEO OpenAI Sam Altman menuding bahwa akal imitasi itu melakukan upaya berkelanjutan untuk menumpang gratis (free-ride) atas kemampuan yang dikembangkan oleh OpenAI di Amerika Serikat (AS).

        Baca Juga: Punya Domain AI.com, Pria Asal Malaysia Kini Miliki Aset Rp8,4 Triliun

        OpenAI menjelaskan bahwa metode yang digunakan dikenal sebagai distillation, yakni teknik di mana model akal imitasi lama yang lebih matang dan kuat digunakan untuk mengevaluasi kualitas jawaban dari model yang lebih baru. Proses tersebut secara efektif mentransfer pembelajaran dan pengetahuan dari model lama ke model baru.

        OpenAI menyatakan telah mengamati akun-akun yang dikaitkan dengan karyawan dari DeepSeek. Mereka diketahui coba untuk mengembangkan cara untuk mengakali pembatasan akses ke OpenAI. Upaya tersebut disebut dilakukan dengan memanfaatkan router pihak ketiga yang disamarkan serta berbagai metode lain untuk menyembunyikan sumber akses.

        “Kami juga mengetahui bahwa karyawan mereka mengembangkan kode untuk mengakses model akal imitasi dan memperoleh outputnya secara terprogram guna keperluan distillation,” ungkap OpenAI.

        Baca Juga: Berbeda dengan Salesforce, IBM Pilih Perkuat Tenaga Kerja Manusia di Era AI

        Isu ini kembali mengangkat kekhawatiran terkait persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China. Sebelumnya, DeepSeek sempat mengguncang pasar pada awal tahun lalu setelah merilis serangkaian model akal imitasi yang dinilai mampu menyaingi sebagian produk terbaik buatan perusahaan dari AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: