Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Airlangga Siapkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6% pada 2026

        Airlangga Siapkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6% pada 2026 Kredit Foto: Antara/Erlangga Bregas Prakoso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,4% pada 2026 dengan potensi meningkat hingga 5,6%. Pemerintah menyiapkan sektor pertanian, industri manufaktur, ekonomi digital, dan energi sebagai mesin utama penggerak ekonomi nasional.

        “Pertumbuhan ekonomi ditargetkan di tahun 2026 sebesar 5,4% dengan potensi hingga 5,6%,” kata Airlangga dalam agenda Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (12/2/2026).

        Airlangga menjelaskan pemerintah akan mengakselerasi implementasi sejumlah program unggulan Presiden Prabowo Subianto guna mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas. Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah.

        Baca Juga: Di Depan Prabowo, Airlangga Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi ke-2 di G20

        Program-program tersebut diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menyerap tenaga kerja secara masif.

        Selain itu, pemerintah juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan mendorong keterlibatan Danantara sebagai penggerak utama pembiayaan non-APBN.

        Baca Juga: Gonjang-ganjing Ekonomi Jadi Sorotan, Airlangga Beberkan Data ke Prabowo

        Di sisi lain, sektor keuangan diposisikan sebagai enabler strategis, dengan pasar modal berperan sebagai jendela utama pendanaan nasional yang dinilai menunjukkan tren positif dan stabil.

        Airlangga menambahkan, pemerintah juga meningkatkan batas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar modal dari sebelumnya 10% menjadi 20%, dengan fokus pada saham berkualitas, termasuk indeks LQ45.

        “Penambahan likuiditas dari dana pensiun maupun asuransi dibuka dari 10% menjadi 20% untuk investasi pada saham berkualitas dan saham yang relatif aman seperti LQ45,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: