Kredit Foto: Youtube Perekonomian RI
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras, ditopang lonjakan produksi dan stok nasional yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, di tengah tekanan iklim ekstrem El Nino.
Ia mengungkapkan, produksi beras nasional 2025 mencapai 34,7 juta ton, meningkat sekitar 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, stok beras pemerintah menembus hampir 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, dan berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
“Stok kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini terjadi saat El Nino terberat sepanjang sejarah kekeringan di Indonesia,” kata Amran, alam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026),
Ia menegaskan, capaian tersebut diraih tanpa lonjakan anggaran besar, melainkan melalui deregulasi masif dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern. Kementerian Pertanian mencabut 547 regulasi internal dan mendorong percepatan distribusi pupuk, yang sebelumnya melibatkan 12 kementerian, puluhan gubernur, ratusan bupati, serta lebih dari 140 aturan teknis.
Baca Juga: Gudang Bulog Penuh Sesak, Amran Minta Tambahan Anggaran ke Purbaya
Setelah penyederhanaan, distribusi pupuk kini langsung dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia dan petani, memangkas waktu penyaluran menjadi dua hari. Kebijakan ini menurunkan biaya pupuk sekitar 20% dan meningkatkan volume hingga 700 ribu ton tanpa tambahan anggaran.
Di sisi hilir, pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) beras Rp6.500 per kilogram, yang menurut Amran meningkatkan pendapatan petani hingga Rp132 triliun dan mendorong Nilai Tukar Petani (NTP) ke level 125, tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu, Indonesia mencatat nol impor jagung pakan sepanjang 2025, serta penurunan signifikan impor pangan. Amran menyebut kebijakan ini turut berkontribusi menurunkan harga beras global hingga sekitar 44%, seiring berkurangnya peran Indonesia sebagai importir utama beras dunia.
Capaian tersebut mendapat pengakuan internasional. Amran menyampaikan Indonesia memperoleh dua penghargaan dari FAO atas keberhasilan memperkuat ketahanan pangan dan sistem pangan nasional.
“Di Asia Tenggara kita nomor satu, dan secara global kenaikan produksi beras Indonesia berada di peringkat dua dunia,” ujar Amran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: