Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BEV Tembus Dua Digit, 10.061 Unit Terjual di Awal 2026

        BEV Tembus Dua Digit, 10.061 Unit Terjual di Awal 2026 Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pasar mobil listrik Indonesia memasuki babak baru pada Januari 2026 setelah kontribusinya menembus 15 persen dari total penjualan nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat 10.061 unit battery electric vehicle (BEV) terjual dalam satu bulan.

        Angka tersebut berasal dari total distribusi mobil nasional sebanyak 66.447 unit sepanjang Januari 2026. Dengan porsi dua digit, kendaraan listrik berbasis baterai kini menjadi komponen signifikan dalam struktur pasar otomotif domestik.

        Capaian ini menandai perubahan komposisi pasar yang sebelumnya masih didominasi kendaraan berbahan bakar konvensional. Dalam beberapa tahun terakhir, pangsa BEV masih berada di bawah 10 persen.

        Meski demikian, secara bulanan terjadi koreksi dibanding Desember 2025. Pada periode akhir tahun lalu, penjualan BEV sempat menembus angka sekitar 21 ribu unit.

        Perbedaan tersebut menunjukkan penurunan sekitar 52 persen pada Januari 2026. Pola ini dinilai berkaitan dengan normalisasi pasar setelah lonjakan musiman akhir tahun.

        Lonjakan Desember umumnya dipicu promosi akhir tahun dan percepatan distribusi unit sebelum tutup buku. Siklus serupa kerap terjadi dalam industri otomotif nasional.

        Di tengah koreksi bulanan itu, pangsa 15 persen tetap menjadi indikator penting. Angka tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi berada di segmen kecil.

        Dari sisi model, BYD Atto 1 menjadi mobil listrik terlaris pada Januari 2026. Model ini mencatatkan distribusi 3.361 unit dalam satu bulan.

        Posisi berikutnya ditempati Jaecoo J5 dengan penjualan 1.942 unit. Sementara itu, BYD M6 berada di peringkat ketiga dengan 851 unit.

        Dominasi model tersebut mencerminkan kuatnya kehadiran merek asal China di segmen BEV Indonesia. Persaingan antarprodusen semakin intens seiring bertambahnya pilihan kendaraan listrik di pasar.

        Pertumbuhan pangsa BEV juga dipengaruhi kombinasi faktor harga, insentif, dan variasi produk. Dukungan kebijakan pemerintah dalam bentuk stimulus fiskal turut mempercepat adopsi.

        Selain itu, pengembangan infrastruktur pengisian daya terus dilakukan di berbagai kota besar. Ketersediaan stasiun pengisian menjadi elemen penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen.

        Integrasi kendaraan listrik ke dalam total pasar puluhan ribu unit per bulan menunjukkan pergeseran preferensi pembeli. Konsumen mulai mempertimbangkan efisiensi energi dan biaya operasional jangka panjang.

        Meski terjadi penurunan dibanding bulan sebelumnya, kontribusi dua digit memperlihatkan fondasi pasar yang lebih kuat. Stabilitas penjualan ke depan akan menjadi indikator keberlanjutan tren elektrifikasi.

        Baca Juga: Dampak Penggunaan Ban Biasa pada Mobil Listrik, Ternyata Bisa Merugikan

        Data distribusi berikutnya akan menentukan apakah level 15 persen dapat dipertahankan atau meningkat. Jika konsisten, struktur industri otomotif Indonesia berpotensi berubah lebih cepat dari proyeksi awal.

        Dengan capaian Januari 2026, mobil listrik tidak lagi sekadar alternatif. Elektrifikasi kini menjadi bagian nyata dari dinamika pasar otomotif nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: