Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Rela Iran Diserang, China Kembali Peringatkan Amerika Serikat (AS)

        Tak Rela Iran Diserang, China Kembali Peringatkan Amerika Serikat (AS) Kredit Foto: AP Photo/Andy Wong
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        China menyoroti semakin panasnya negosiasi pengembangan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Pihaknya memperingatkan rivalnya untuk mengedepankan dialog ketimbang melakukan eskalasi di Timur Tengah.

        Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning mengatakan bahwa pihaknya tengah mencermati perkembangan situasi secara saksama dan berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog.

        Baca Juga: Trump Ngotot Keluarkan Tarif, China Siap Ladeni Perang Dagang Amerika Serikat (AS)

        “China berharap semua pihak tetap tenang, mengedepankan dialog dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk ketegangan kawasan,” ujar Mao Ning, dikutip dari Xinhua.

        Mao Ning menyatakan bahwa eskalasi ketegangan tidak menguntungkan pihak mana pun, termasuk pihak dari Amerika Serikat.

        China menegaskan kembali sikapnya yang mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan menilai stabilitas kawasan sangat penting bagi keamanan dan perekonomian global.

        Sebelumnya, Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan militernya terhadap Iran. Washington dilaporkan telah mengerahkan armada besar ke perairan dekat negara tersebut , termasuk kapal induk dari USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.

        Baca Juga: Diam-diam Beli Rudal Anti-Kapal, Iran Makin Siap Hadapi Amerika Serikat (AS)

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga menyatakan memberikan tenggat waktu kurang dari dua pekan untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir dari Iran.

        Trump menegaskan bahwa opsi militer akan terbuka apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan yang dinilai memadai. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa ia juga telah menyiapkan skenario operasi militer berkepanjangan selama beberapa pekan jika perintah serangan dikeluarkan.

        Baca Juga: Khamenei Pusing, Iran Dihadapkan Protes Mahasiswa Hingga Ancaman Serangan Amerika Serikat (AS)

        Di sisi lain, Iran mengisyaratkan kesiapan untuk memberikan konsesi terbatas atas program nuklirnya. Namun, Teheran menuntut pencabutan sanksi ekonomi serta pengakuan resmi dari Washington atas hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai.

        Baca Juga: Amerika Serikat (AS): China Akan Punya Lebih dari Seribu Hulu Ledak Nuklir di 2030

        Iran disebut tengah mempertimbangkan skema kompromi yang mencakup pengiriman sekitar setengah dari persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi ke luar negeri, pengenceran sisa stok serta partisipasi dalam pembentukan konsorsium pengayaan uranium regional. Sebagai imbalannya, mereka meminta jaminan pencabutan sanksi ekonomi dan pengakuan atas hak pengayaan uranium damai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: