Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi pemicu bisnis asuransi syariah berjalan stagnan atau tidak mengalami peningkatan signifikan.
Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan persoalan utama terletak pada lemahnya pengelolaan produk (product management) serta manajemen biaya (expense management) di internal perusahaan.
“Saat ini, kalau saya melihat, salah satu sumber mengapa pertumbuhan portofolio syariah kita tidak terlalu signifikan adalah karena product management yang belum dilakukan dengan baik,” ujarnya dalam sebuah webinar, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: OJK Ungkap Risiko Industri Asuransi Makin Kompleks
Iwan menilai produk asuransi syariah yang beredar masih didominasi produk konvensional yang diberi label syariah, bukan sejak awal dirancang berbasis prinsip syariah. Kondisi tersebut membuat diferensiasi produk lemah dan kurang mendorong perluasan pasar.
Meski demikian, ia menyebut mulai muncul inovasi produk syariah murni yang didukung fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN).
“Kami berterima kasih kepada pelaku industri dan Dewan Syariah Nasional. Saat ini sudah ada beberapa fatwa yang memungkinkan pengembangan produk-produk ini,” kata Iwan.
Menurut OJK, pengembangan produk berbasis syariah menjadi krusial, tidak hanya untuk memperluas pasar, tetapi juga memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional. Selain inovasi produk, regulator juga menyoroti persoalan expense management.
Iwan mengungkapkan adanya kejanggalan pada pencatatan keuangan sejumlah perusahaan, di mana unit usaha syariah mencatatkan kinerja negatif, sementara perusahaan induk justru membukukan laba signifikan.
Baca Juga: OJK Beberkan Lima Hambatan Utama Spin-Off UUS Asuransi Syariah
“Kondisi ini seharusnya tidak terjadi. Artinya, pengelolaan expense management menjadi tidak memadai apabila porsi risiko syariah justru negatif. Kami sangat mendorong industri syariah benar-benar mempertimbangkan pengelolaan modal (capital management) secara tepat,” ucapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: